
TRANSINDONESIA.CO – Dalam kehidupan salah dan benar hanyalah pilihan dan dari sudut mana memandangnya. Salahpun kalau diamini banyak orang akan menjadi kebenaran. Demikian sebaliknya,benarpun bisa disalahkan tergantung siapa yang mengatakannya.
Orang-orang yang berkuasa atau mempunyai kekuasaan apapun yang dilakukannya selalu benar, tiada kritik apalagi saran. Ucapanya menjadi sabda kebenaran.
Para cantrik dan babu-babunya semua memuji dan terus menjilatinya sambil berkata gutttt…. Salah disaat berkuasa bukan dosa, diibaratkan kesalahan merupakan sisi lain pintu surga.
Tanda-tanda kebenaran, peringatan yang akan selalu benar ada dan Tuhan tak lupa berikan. Tinggal peka atau tidak kita melihat dan merasakan tanda-tanda Tuhan dari yang lembut sampai dengan yang keras dibuatnya sampai mencabut nyawa didepan mata kepalanyapun bisa dilakukan.
Lagi-lagi saat disana senang disini senang semua indah, orang lain hanyalah pupuk bawang. Nyawa melayang sekalipun tak perlu dipandang. Sudah semestinya berpulang dan setiap manusia akan melakukannya.
Semoga salah yang sudah kaprah ini tidak semakin memperparah, tanda-tanda kebesaran Tuhan akan semakin keras tatkala kita tidak peka dan tidak mempedulikannya. (CDL-Jkt070515)
Penulis: Chryshnanda Dwilaksana







