
TRANSINDONESIA.CO – Rencana perusahaan teknologi raksasa untuk membuat mobil listrik berteknologi autopilot alias tanpa sopirditanggapi mantan Chief Executive Officer (CEO) General Motors, Dan Akerson.
Menurut Akerson, Apple seharusnya fokus di bisnis utamanya yakni di teknologi informasi. Setidaknya, Apple bisa membuat teknologi pendukung untuk automotif, tidak menceburkan diri terlalu dalam dengan membuat mobil.
“Jika saya memiliki saham Apple, saya tidak akan senang. Saya memperkirakan, untuk prospek jangka panjang keuntungan memasuki bisnis automotif sedikit,” ungkapnya sepeti dikutip dari Bloomberg.
Banyak aturan dan persyaratan dari sisi keamanan yang harus dipenuhi dalam industri kendaraan. Bisnis ini lebih berat dari perkiraan orang.
“Orang yang tidak pernah terlibat dalam bisnis (automotif) tidak paham dan cenderung untuk meremehkannya,” ungkapnya.
Masih ada celah yang bisa dimainkan Apple untuk masuk ke bisnis automotif tanpa membuat mobil.
Menurut Akerson, perusahaan yang berbasis di Capertino, California, itu bisa bekerja sama dengan produsen mobil untuk memproduksi perangkat elektronik dan fitur hiburan. Sebagaimana dilakukan produsen kendaraan yang bekerja sama dengan perusahaan lampu untuk menyediakan headlamp.
Sementara itu Juru Bicara Apple menolak berkomentar tentang hal ini. Perusahaan masih enggan berbicara mengenai proyek mobilnya.(sis)






