
TRANSINDONESIA.CO – Harga minyak dunia jatuh ke level terendah dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hal ini akibat membanjirnya pasokan minyak global yang diperkirakan masih bisa bertahan hingga semester I-2015.
Melansir Bloomberg, Jumat (9/1/2015), harga minyak Brent yang menjadi patokan harga internasional untuk pengiriman Februari naik 17 sen, atau 0,3 persen, ke USD51,13 per barel. Kenaikan tersebut juga diikuti oleh harga minyak West Texas Intermediate (WTI) yang naik sebanyak 82 sen menjadi USD49,61 per barel.
Organisasi Negara Penghasil Minyak (OPEC) saat ini masih terus berjuang melawan banjir minyak di Amerika Serikat dengan menolak untuk mempertahankan produksinya. Menurut Duta Besar Uni Emirat Arab untuk AS, Yousef Al Otaiba, Arab tidak akan berencana untuk membatasi produksinya tidak peduli seberapa rendah penurunan harga minyak.
“Beberapa produsen di AS mungkin perlu mempertimbangkan kembali investasi mereka karena harga minyak sekarang telah dibelah dua,” kata Manejer Perdagangan Energi Newedge Group di Tokyo, Ken Hasegawa.
Runtuhnya harga minyak yang begitu cepat juga didorong ramalan Bank of America Corp yang mengatakan tidak ada tanda-tanda yang jelas tentang kapan pelemahan harga minyak akan berakhir.(met)







