
TRANSINDONESIA.CO -Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat (Jabar), H Syahrir,SE akan mengusulkan pada pemerintah daerah untuk membuat rumah susun (Rusun) bagi masyarakat yang mau dengan sukarela direlokasi.
“Rusun ini sangat bermanfaat bagi masyarakat korban banjir yang setiap tahunnya menjadi langganan banjir. DPRD akan meminta Pemda Jabar untuk membuat Rusun,” kata Syahrir yang bersama dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat memberikan bantuan langsung pada korban banjir di Kecamatan Dayeuh Kolot Bojongsoang, Kabuaten Bandung, Rabu (24/12/2014).
Politisi Gerindra itu berharap, masyarakat yang menjadi korban banjir tiap tahunnya untuk mau direlokasi sehingga Pemda Jabar akan lebih mudah untuk merolaksi atas kemauan warga sendiri.
“Bla ada keinginan warga sendiri untuk direlokasi akan memacu dan mewujudkan dengan segera membangun Rusun,” kata Syahrir kepada Transindonesia.co.
Belum Surut
Banjir di kawasan Bandung selatan belum ada tanda-tanda surut bahkan kian meluas ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
“Ketinggian air masih seperti hari-hari sebelumnya, namun belum ada tanda-tanda surut. Bila hujan masih turun kemungkinan genangan masih bertahan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Marlan di Bandung, Rabu (24/12/2014).
Pemkab Bandung telah memberlakukan tanggap darurat bencana untuk penanganan banjir di kabupaten itu. Sejumlah dapur umum sudah didirikan, dan Posko pengungsian sudah berjalan efektif.
Namun demikian, diakui oleh Marlan ada beberapa kawasan banjir yang sulit dijangkau dan harus berjuang menggunakan perahu ukuran kecil karena lokasinya bergang-gang.
“Jumlah pengungi terus meningkat, mereka yang bertahan di rumahnya sudah bergabung ke pengungsian. Kita arahkan mereka di lokasi aman daripada mereka bertahan di rumahnya di atas genangan banjir,” kata Marlan.
Sementara itu para pengungsi sudah empat hari bertahan di pengungsian, beberapa diantara mereka harus kembali melihat rumahnya yang terendam banjir, atau untuk mengambil peralatan yang diperlukan di pengungsian.
Sementara itu beberapa pengungsi mengeluhkan mereka sudah mulai terkena flu dan terserang sakit-sakit di persendian tubuhnya. Mereka mengaku udah berobat ke posko kesehatan di tempat itu.
“Sudah berobat, kena flu dan badan sakit-sakit di persendian,” kata Ny Solihat warga Cieunteung yang mengungsi di GOR Baleendah.
Sementara itu belasan kepala keluarga yang tinggai di bantarai Sungai Citarum di kawasan Jalan terusan Bojongsoang memilih tinggal di tenda yang didirikan di dekat jembatan di jalan itu.
“Tenda ini kalau nggak salah sudah empat tahun jadi tenda tempat kami mengungsi, setiap banjir pasti kami dirikan tenda di sini,” kata salah seorang wanita paruh baya penghuni tenda itu.
Sementara itu jalur jalan Baleendah – Dayeuhkolot masih terputus, arus lalu lintas dialirkan menggunakan jalur Terusan Buahbatu yang juga sudah terendam banjir sepanjang 200 meter dengan ketinggian 50 centimeter.
Akibat genangan itu, ratusan sepeda motor mogok karena mesinnya kemasukan air. Pengendara yang mendorong sepeda motornya menjadi pemandangan yang terjadi dalam tiga hari terakhir di jalur yang selama ini cukup aman dari genangan banjir itu. (ant/din)






