
Waka Polres: “Kalau wartawan masuk soal narkoba saya pijak-pijak”
TRANSINDOENSIA.CO – Aksi Jurnalis membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘Kalau mau cari Sabu-sabu datang ke Labuhanbatu Gudangnya Narkoba, yang berlangsung di depan Mapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Rabu (19/11/2014) tampaknya Polisi kepanasan.
Sebab, atas tulisan spanduk yang dibuat Jurnalis dan LSM sejumlah Perwira yang bertugas di Polres Labuhanbatu itu meminta agar spanduk tersebut agar digulung.
“Tolong bang, itu menyinggung Intansi Lakik ku, Gulunglah itu bang, aku kan bekawan sama Wartawan, tidak perlu dibuat-buat seperti ini, baiknya kan jumpa keruangannya, ”Kata Ipda Tita Ariyani merupakan istri sah Oknum Kasat Narkoba.
Menurut Tita, jika menyinggung kinerja soal suaminya agar tidak membawa-bawa namanya, karena kata kanit UPPA itu ia sangat baik terhadap Wartawan.”Semalam mobil Juke ku pun diberitakan dikatakan gunakan plat palsu, itu bukan mobil suamiku itu mobil ku,”Jelas Tita.
Dari aksi bentang spanduk yang dilakukan Jurnalis dan LSM, pihak dari Polres Labuhanbatu mencoba untuk melobi melalui Kasi Propam Ipda Syahril dengan memanggil Ketua Satuan Unit Polres Zulkifli, Tapi, setibanya diruangan Propam dengan nada keras Waka Polres Labuhanbatu Kompol Sony Nugroho, SIK membentak Zulkifli.
“Apa maksud kamu pasang spanduk yang begituan didepan Polres, itu namanya menghina Kapolres? Zul. Mana mungkin spanduk yang menyoal Narkoba kami pasang di belakang Dinas Pasar Pak? Sony. Kutargetkan kau ya..? Zul.Ngak takut aku..!Sony. Aturan tidak jadi urusan ku yang seperti ini jadi urusanku,”Kata Sony sembari membentak Wartawan.
Menurut Sony, atas pembentakan yang dilakukan Jurnalis dan LSM karena gerah karena Kasat Narkoba sering menangkapi. Kurasa kamunya dalang narkoba di Labuhanbatu ini? Wartawan. Jika kami bapak tuduh sebagai dalangnya Narkoba di Labuhanbatu ini silahkan bapak tangkap saja. Sony.
“Bukan Lagi Kutangkap Kupijak-pijak Kalau Wartawan Dan LSM Krtangkap,”gertak Sony yang diduga berpikir kalau Wartawan dan LSM mental tempe dan sembari mengusir Wartawan dari kantor rakyat itu.
Sementara itu Manto salah seorang wartawan yang turut hadir dalam aksi bentang spanduk itu terheran-heran kalau pihak kepolisian kepanasan atas bentang spanduk tersebut.
”Tulisan di spanduk tidak ada menyinggung Intansi mereka, kok bisa panas pula si Sony itu, dituduhnya pula Wartawan dalang dari semua Narkoba di Labuhanbatu jika terbukti mau dipijak-pijaknya, macam jaman perang saja dibuatnya. Maunya jagan tuduh gitulah, karena tuduhannya itu tidak menjurus, tapi kalau anggotanya banyak yang sudah ditangkap atas kasus Narkoba, jadi mana lebih menjurus..?,” kata Manto.(bus)





