
TRANSINDOENSIA.CO – Kanselir Jerman Angela Merkel hari Minggu (9/11/2014) memimpin beberapa acara termasuk meletakkan bunga mawar di salah satu dinding yang masih tersisa untuk mengenang kembali mereka yang tewas ketika berusaha melarikan diri ke Jerman Barat.
Upacara di ibukota Jerman itu dimulai dengan bunyi trompet, membangkitkan kembali bunyi trompet yang dalam Alkitab disebutkan meruntuhkan dinding Jericho.
Sejumlah mantan dan pemimpin dunia saat ini memperingati acara itu dengan mengeluarkan peringatan berlanjutnya perpecahan diantara negara-negara besar.
Presiden Amerika Barack Obama mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tindakan-tindakan terhadap Ukraina mengingatkan bahwa masih “banyak yang harus dilakukan” bagi Eropa agar “bersatu, bebas dan damai.”
Dinding Berlin yang membagi ibukota Jerman itu menandai Perang Dingin yang menyebabkan Amerika dan sekutunya melawan Uni Soviet setelah Perang Dunia II.
Mantan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev hari Sabtu mengatakan bahwa dunia diambang “perang dingin baru” dan sebagian mengatakan perang tersebut sudah dimulai.
Pada sebuah acara yang memperingati runtuhnya tembok Berlin, Gorbachev mengatakan “pertumpahan darah di Eropa dan Timur Tengah yang dilatar belakangi oleh terhambatnya dialog antara kekuatan-kekuatan besar dunia adalah keprihatinan yang sangat besar.”(voa/fen)





