
TRANSINDOENSIA.CO – Daun tanaman tembakau deli milik PTPTN II pada semester 2 tahun 2014 ini dimulai Agustus, diproyeksikan lebih berkualitas dibandingkan semester 1. Hal ini didukung cuaca turunnya hujan sehingga pengolahan air di kebun sangat mencukupi.
“Kalau musim penghujan, kualitas daun tembakau akan lebih baik yakni daun tembakau cukup lebar dan panjang serta warna daun lebih terang,” ujar Wakil Manager Distrik Tembakau PTPN2, Mariadi didampingi Kepala Dinas Pengolahan Kebun Kelumpang PTPN 2, T Sinuraya kepada Transindonesia.co, kemaren.
Dijelaskannya, pada tanam semester 1 memasuki musim kemarau sehingga diperlukan pengolahan air yang lebih insentif.
“Tanaman tembakau ini ibarat merawat bayi yang butuh perhatian secara khusus. Tanaman memang membutuhkan hujan, tapi tidak boleh berlebih karena dikhawatirkan mendatangkan penyakit, daun tembakau menjadi cacat bahkan kematian pada tanaman,” jelasnya.
Untuk tanam tembakau deli ditahun 2014 ini, lanjut Mariadi, sebanyak 688 ladang yang ditargetkan menghasilkan 1500 ball daun tembakau.
“Sekarang sudah memasuki panen pada tanam semester 2 sebanyak 195 ladang, kalau panen di semester 1 sebanyak 493 ladang dan kemarin telah masuk ke gudang,” katanya.
Tanaman tembakau, masih tetap dilakukan di tiga kebun yakni Kebun Kelumpang sebanyak 241 ladang, dimana semester 1 telah panen 215 ladang dan semester 2 sebanyak 26 ladang, Kebun Buluh Cina 289 ladang dan Kebun Helvetia 158 ladang.
“Diharapkan semua daun hasil tanam tahun 2014 sangat memuaskan dengan kulitas daun yang bagus. Dengan begitu kita optimis harga jual tahun depan akan naik menjadi 48 Euro/kg dari 45 Euro/kg hasil jual ditahun ini,” imbuhnya.
Sementara daun tembakau deli yang telah dijual ke Jerman saat ini, ungkap Mariadi, sebanyak 1.100 ball daun dengan harga jual 45 Euro/kg atau senilai Rp 711.000/kg hasil lelang yang dilakukan di Indonesia pada Juli-September 2014 kemarin. Daun tembakau hasil tanam 2013 ini, telah dikirim 83 ball langsung ke Brehmen dan 226 ball ke pabrik Jawa Timur pada 27 Oktober 2014.
“Daun tembakau yang dilelang sebanyak 1.100 ball. Sisa tembakau yang belum dikirim sebanyak 791 ball tinggal menunggu kirim dan semua tembakau telah dibeli Brehmen,” katanya.
Menurutnya, harga jual daun tembakau deli tahun ini berdasarkan penjualan langsung dari Indonesia melalui agen penjualan Hellmering Kohne and Co (HKC) dengan harga 45 Euro/kg atau naik dibanding tahun lalu sebesar 44 Euro/kg.
“Kenaikan ini didukung dari kualitas yang lebih bagus dan sortasi daun dari warna dan merek meningkat. Kalau pasar masih yang lama yakni dari Eropa, ini yang membuat harga jual tembakau deli tinggi,” ucap Mariadi.
Ditambahkan T Sinuraya bersama Kadis Tanaman Tembakau Kebun Kelumpang, Pahala Tobing, hasil daun tembakau sangat baik karena didukung cuaca dengan air yang cukup dan kondisi pupuk normal, sehingga diproyeksi target daun yang dipanen pada semester tanam 2 sebanyak 6,5 pikul/ladang dengan rata-rata perpikul mencapai 62,5 kg.
“Kalau di semester 1 kemarin, tidak 100% baik karena awal tanam ada musim panas ke hujan. Meski kita ada buat pengairan tapi tetap saja beda. Selain itu juga ada gangguan lahan yang terendam, bangsal tumbang dan bangsal dibakar 5-6 unit di kebun Kelambir V oleh penggarap yang menyerobot lahan sehingga di dalam gudang tidak sampai 100% hasilnya,” tuturnya.
Dijelaskan Pahala, tanaman tembakau di Kebun Kelumpang melakukan dua kali tahap tanam yakni semester 1 seluas 215 ladang dan semester 2 seluas 26 ladang. “Di kebun Kelumpang, pertumbuhan tanaman normal dengan target pencapaian daun sebanyak 3ball/ladang,” ungkapnya. (dhon)







