
TRANSINDONESIA.CO – Workshop Perlindungan Anak Indonesia dengan tema “Problem Kekerasan Pada Anak Serta Implementasi Perlindungan Terhadap Anak yang dilaksanakan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Labuhanbatu, sebagai Narasumber dengan judul makalah “Peranan Keluarga Terhadap Pengawasan Anak” yang dilaksanakan, Rabu (5/11/2014) di Gedung Nasional Rantauprapat, Sumatera Utara.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Zahren Filiang, Kapolres Labuhanbatu yang diwakili Aiptu Rostina Sembiring, SH dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Labuhanbatu Hj Lidiyawati Harahap, S.Psi.
Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar, SpPD dalam arahannya pada acara Workshop itu mengatakan, Negeri ini didirikan oleh founding father (Bung Karno – Hatta), tujuannya adalah negeri sejahtera.
“Untuk mencapai negeri sejahtera maka seluruh dinamika kehidupan sosial harus kita hadapi, untuk menghadapi ini kita menyiapkan anak kemanakan kita untuk menghadapi masa depannya dengan persiapan ilmiah, maka mereka akan mampu menghadapinya dan tidak akan galau,” kata Tigor.
Majelis KAHMI Labuhanbatu dr H Alwi Mujahid Hasibuan, M.Kes mengatakan, kegiatan ini adalah merupakan rangkaian diskusi untuk memperingati Tahun Baru Hijriah 1436 yang baru dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2014.
“Dengan menghasilkan kesimpulan bahwa kita sudah begitu khawatir dengan bahaya narkoba di Kabupaten Labuhanbatu dan pada saat ini sudah pada posisi “AWAS” untuk itu pada hari ini digelar workshop yang lebih besar lagi tentang perlindungan anak Indonesia,” kata Alwi.
Syaibani Rambe, S.Pdi selaku panitia dalam kesempatan itu menjelaskan, bahwa kegiatan workshop perlindungan anak Indonesia ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari Komite Sekolah, Guru, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa dan Pelajar Tingkat SLTA serta SLTP yang dilaksanakan selama satu hari di Gedung Nasional Rantauprapat.(bus)





