
TRANSINDONESIA – Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis melakukan kurban sebanyak 101 ekor lembu dan 2 ekor kambing, Minggu (5/10/2014) yang akan dibagikan ke seluruh jamaah, warga setempat dan beberapa yatim piatu di Sumatera Utara (Sumut). Kurban hewan yang selalu dilakukan usai Shalat Idul Adha ini, keselurahannya kurban millik jamaah Thariqat.
Guru Mursyid, Syekh H Ghazali An Naqsyabandi, mengatakan, setiap tahun pihaknya melakukan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban oleh para jamaah.
“Semua jumlah hewan yang dikurban ini dari jamaah kita karena telah meningkatnya kesadaran dan keimanan para jamaah. Apalagi dalam situasi perekonomian masyarakat yang kurang baik akhir-akhir ini, tidak menyurutkan para jamaah Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis,” ujarnya kepada transindonesia.
Dijelaskan Syekh Ghazali, penyembelihan hewan kurban ini sesuai perintah Allah SWT dalam Al Quurban Surah Al Kautsar ayat 1-3 yang artinya, Sesungguhnya kami telah memberikanmu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuuhanmu dan berkurbanlah, sesuangguhnya orang-orang yang membenci kami (Muhammad) dialah yang terputus.
“Untuk itu, saya menghimbau umat Islam agar menyisihkan penghasilannya untuk melaksanakan kurban agar dapat berbagi kepada masyarakat fakir miskin dan kurang mampu sesuai perintah Allah SWT,” katanya.
Diakui Syekh Ghazali, dari 101 ekor lembu dan 2 ekor lembu ini berasal dari sekitar 709 orang yang melaksanakan kurban. Meski memang, jumlah hewan yang disembelih ditahun ini, berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 110 sapi dan 4 ekor kambing.
“Tapi berapapun yang dikurban, kita selalu bersyukur dan daging hewan kurban ini nantinya dibagi-bagikan kepada para jamaah yang hadir dan masyarakat sekitarnya. Kita prediksi sebelum Magrib, semua pembagian sudah tuntas,” ucapnya.
Sebelumnya untuk menyambut Hari Raya Idul Adha, Pesantren Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah yayasan Jabal Qubis Tanjung Morawa mengadakan kegiatan suluk (khalwat) selama lima hari enam malam yang ditutup dengan sholat Ied.
“Kegiatan suluk tahun ini diikuti sekitar seribu orang jamaah yang berasal dari Medan dan beberapa kabupaten di Sumatera Utara baik dari Deli Serdang, Sergei, Langkat, P Siantar, Tebing Tinggi, Asahan, Padang Sidempuan, Sibolga, Rantu Prapat dan perwakilan jamaah dari Jambi, Sumbar, Riau, Batam, Aseh, Sumsel, Lampung dan Jawa Barat,” pungkasnya seraya menambahkan jamaah pesantren berasal dari 23 propinsi di Indonesia.(dhon)





