
TRANSINDONESIA.CO – Lima wartawan harian Medan Bisnis yang masuk dalam katagori terbaik dibukukan dalam peluncuran buku pemilih marginal yang diterbitkan Yayasan KIPPAS dan ACTED, di Garuda Plaza Medan, Sumatera Utara, Rabu (24/9/2014).
Kelima wartawan Medan Bisnis tersebut yakni, Herman Saleh, Yuni Naibaho, Irvan Sugito, Wina Vahluvi dan Daniel Pekuwali, bersama wartawan media lainnya yang menjadi pemenang pembuat TOR (Term Of Refrence) peliputan terbaik, dalam pelatihan feature pemilu bagi jurnalis yang telah diselenggarakan berbagai angkatan yang dimulai Desember 2013 lalu.
Peluncurkan buku dengan judul meretas Jurnalisme Pinggiran ini, merupakan kumpulan feature Pemilu 2014 yang ditulis sekitar 22 wartawan pemenang TOR. Dimana tulisan yang dibukukan sesuai dengan tema kegiatan pelatihan yakni bagaimana media memerhatikan isu atau kebutuhan kaum marginal selama pemilu legislatif dan pemilu presiden.
Direktur Yayasan KIPPAS, J Anto, mengatakan, pihaknya tergerak membukukan serta meluncurkan buku tentang pemilih marginal karena melihat beberapa media yang jarang memuat liputan terkait pemilih marginal tersebut.
“Jadi buku ini tulisan-tulisan tentang pemilih marginal seperti perempuan, pemilih pemula, difabel, kaum miskin kota serta orang-orang yang tersingkirkan dari lingkungan sehinggga membantu bersuara hak-hak politik mereka bisa terpenuhi,” ujarnya.
Ditambahkannya, kumpulan tulisan feature merupakan hasil tulisan dari jurnalis yang telah dilatih oleh Yayasan KIPPAS bekerjasama dengan ACTED sejak Desember 2013 hingga Juni 2014. Fokus pelatihan ini memaksimalkan peran jurnalis dan mendorong media memuat tulisan terkait pemilih marginal dalam pemilu. “Isu pemilih marginal sekarang ini belum jadi bahasan seksi di media, jadi dengan pelatihan ini kita dorong agar media khuususnya di Sumut mau memuat isu itu,” kata J anto.
Direktur ACTED, Maman Natawijaya menambahkan, selama pelatihan, jurnalis tidak hanya diberi teori namun diberi kesempatan mengusulkan TOR liputan yang kemudian diperlombakan.
“Ilmu yang didapat bisa langsung diimplementasikan dan hasil tuulisan mereka juga dimuat di media masing-masing,” ucapnya.
Tulisan-tulisan yang diterbitkan dalam buk ini, katanya, merupakan tulisan terbaik para pemenang yakni ada sekitar 41 tulisan dari 22 pemenang yang mengangkat is beragam terkait kaum marginal.(dhon)







