
TRANSINDONESIA.CO – Psikolog Dr, Rose Mini A.P.M.Psi mengatakan masih banyak orangtua dan para guru di Indonesia yang belum memahami pola hidup sehat anak-anaknya. Hal ini dikatakannya dalam seminar anak sehat yang digelar Tupperware di Medan, Kamis (11/9/2014).
Menurut psikolog yang sering disapa bunda Romi ini tidak pahamnya orangtua dan guru terhadap pola hidup sehat anak mengakibatkan banyak anak-anak mengkonsumsi makanan yang sembarangan. Padahal orangtua dan guru berperan penting dalam mengontrol asupan gizi dan kebersihan makanan yang dimakan anak-anak.
“Pendidik yakni guru, orangtua, lingkungan, proses belajar anak serta masukan pola hidup sehat inilah yang membuat anak-anak tumbuh berkembang dengan baik. Ke empat hal ini harus diperhatikan,” ucapnya.
Atas dasar itulah guru dan orangtua harus menambah wawasannya lagi untuk mengatur pola hidup sehat sang anak. “Misalnya sang anak tidak mau makan, maka kita sebagai orangtua dan guru harus memikirkan bagaimana caranya agar mereka mau makan,” ucapnya.Menambahkannya, Marketing Communications dan Public Relations Executive PT Tupperware Indonesia, Intan Dewi Sukmawangi menjelaskan untuk menjadikan anak-anak Indonesia sehat, Tupperware memiliki program aku anak sehat. Program ini telah berjalan selama 7 tahun.
“Berdasarkan riset, selama 7 tahun ini kita telah mengedukasi kesehatan di 1.850 sekolah dengan total anak 200 ribu anak agar menerapkan hidup sehat. Meskipun belum ada sekolah percontohan untuk sehat, tetapi dengan bantuan tong sampah dan westafel yang kita berikan, edukasi kesehatan yang kita berikan sampai ke mereka,” ucapnya.
Perwakilan Dinas pendidikan Sumut, Dra Hj Mawarni Telaum Banua MM menyebutkan di Medan sendiri telah ada satu sekolah sehat yang menjadi percontohan.
“Saya lupa pasti sekolahnya apa. Hanya saja sudah ada sekolah sehat yang dapat menjadi contoh untuk sekolah lainnya,” ucapnya. (raja)







