
TRANSINDONESIA.CO – Sejumlah legislator di DPRD Provinsi Riau meminta Gubernur Riau Annas Maamun segera melakukan klarifikasi secara terbuka perihal kasus dugaan asusila yang kini ditangani Mabes Polri agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
“Saya setuju jika Gubernur Riau menjelaskan secara langsung terkait hal tersebut. Tapi saya juga meminta agar kasus ini tidak dipolitisir dan biarkan hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku,” kata anggota DPRD Riau dari Partai Gerindra, Marwan Yohanis di Pekanbaru, Senin (8/9/2014).
Menurut dia, Annas Maamun tidak bisa terus berdiam diri menanggapi kasus tersebut karena ini menyangkut jabatannya selaku Gubernur Riau yang semua tindak-tanduknya turut membawa nama baik Riau. Sedangkan, berita tentang kasus dugaan asusila tersebut sudah menyebar kemana-mana dan masyarakat makin bertanya-tanya.
Legislator lainnya dari PDIP, Zukri mengatakan, adalah lumrah bagi Annas Maamun memberikan klarifikasi terkait dugaan yang mengarah kehidupan pribadinya. Zukri pun sependapat dengan desakan dari sejumlah kalangan dan mahasiswa agar DPRD Riau menggunakan hak interpalasi terhadap Gubernur terkait kasus tersebut.
“Semuanya kan untuk kebaikan juga, supaya semuanya jelas,” ujarnya.
Hanya saja, ia mengatakan, penggunaan hak interpelasi baru bisa dilakukan setelah pembentukan komisi di DPRD Riau rampung. Sebabnya, anggota DPRD Riau periode 2014-2019 baru saja dilantik pada Sabtu lalu (6/9/2014)
“Tapi karena kita dilantik dan kita belum membentuk Fraksi dan Komisi, jadi saya belum bisa bicara banyak terkait interpelasi,” ujarnya.
Ia berharap DPRD Riau harus satu suara untuk meminta Gubernur Riau menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi dalam dugaan asusila itu.
Sebelumnya, putri dari tokoh pendidikan Riau Wide Widiastuty melaporkan Annas Maamun ke Bareskrim Polri dalam kasus dugaan asusila. Korban mengaku kejadian tersebut terjadi di rumah pribadi Annas Maamun di Jalan Belimbing, Pekanbaru, pada Juni 2014.
Tak lama setelah pelaporan korban pertama, muncul lagi seorang wanita bernama Dwi Siswati yang juga mengaku menjadi korban Annas Maamun. Namun, Dwi pada akhir pekan lalu melalui kuasa hukumnya menyatakan memilih menyelesaikan kasus tersebut secara musyawarah.
Gubernur Riau hingga kini memang belum mengeluarkan pernyataan tentang kasus dugaan asusila itu. Bantahan terhadap tuduhan kasus itu baru dilontarkan lewat Kepala Biro Humas Provinsi Riau Yoserizal Zen.(ant/ful)





