
TRANSINDONESIA.CO – Kepolisian Sektor Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), memastikan tiga orang warga terkena ledakan diduga berasal dari bom rakitan.
“Ada tiga warga yang terkena ledakan terluka cukup serius diduga berasal dari bom rakitan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Pangkalan Brandan AKP SR Tambunan, di Pangkalan Brandan, Senin, (8/9/2014).
Dikataknnya, Pada mulanya korban yang terluka cukup serius dua orang yaitu Azuar Sembiring (43) warga Jalan Umar Pangkalan Brandan, satu lagi pekerjanya Agam (45), namun setelah dilakukan identifikasi di lapangan maka ditemukan satu korban lagi Kunting yang merupakan istri dari Azuar Sembiring.
Kejadiannya sekitar pukul 10.30 WIB, saat mana korban Azuar Sembiring dan Agam, sedang mengetok-ngetok “bom rakitan” itu, lalu meledak mengakibatkan keduanya mengalami luka yang cukup serius.
Korban Azuar Sembiring mengalami luka tangan kanan dan kirinya putus, lalu Agam mengalami luka-luka sekujur tubuh, dan Kunting mengalami luka yang tidak serius.
Para korban ini merupakan pengumpul barang bekas, dimana diduga bom rakitan” yang dibeli mereka itu berasal dari Perlak Aceh.
“Kita juga sudah meminta bantuan dari tim Gegana Polisi Daerah Sumatera Utara, untuk mengungkap apa sebenarnya sehingga terjadi ledakan” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga sekitar lokasi ledakan Alfian mengatakan bahwa saat terjado ledakan mereka berpikir yang meledak ada ban mobil atau trafo listrik yang berada disekitar kediaman mereka.
Namun ternyata ledakannya lain, lalu masyarakat menuju ke lokasi ledakan dan melihat ada korban yang jatuh bersimbah darah.
“Masyarakatpun lalu memberikan pertolongan melarikan kedua korban kerumah sakit Pertamina Pangkalan Brandan, untuk diberikan pertolongan,” katanya.
Yang terparah korban ledakan itu, Azuar Sembiring dimana tangan kanan dan kirinya putus, sementara Agam, mengalami luka penuh disekujur tubuh.
Alfian juga menyampaikan bahwa korban selama ini bekerja sebagai pengumpul barang bekas (botot), ujarnya.(ant/sur)





