TRANSINDONESIA.CO – Perdana Menteri Australia, Tony Abbott mengatakan pencarian puing-puing pesawat Malaysia Airlines MH370 akan kembali dilakukan dalam waktu dua pekan mendatang. Untuk tahap kedua pencarian ini, baik Negeri Kanguru maupun Malaysia, telah menyiapkan dana senilai US$60 juta atau Rp708 miliar.
Hal itu diungkap Abbott ketika melakukan kunjungan resmi kenegaraan pada Sabtu (6/9/2014). Dilansir dari laman Economic Times India, edisi Sabtu kemarin, Abbott mengatakan proses pencarian akan berlangsung selama yang dibutuhkan.
Kontribusi itu merupakan bagian dari proses pencarian puing pesawat di bawah laut.
“Kami akan menggunakan teknologi terbaik yang tersedia dalam waktu dua pekan mendatang,” ungkap Abbott.
Proses pencarian sebelumnya ditunda di akhir Mei karena para ahli meneliti kembali data yang mereka miliki. Sementara penyisiran bawah laut di bagian selatan Samudera Hindia dibutuhkan.
Dalam fase kedua ini, proses pencarian akan menyisir area bawah laut dengan zona baru yang agak ke selatan dibanding lokasi pencarian sebelumnya. Total area pencarian mencapai 60 ribu kilometer persegi dari daerah sebelumnya.
Proses pencarian kali ini, Australia telah menunjuk perusahaan kontraktor asal Belanda, Fugro Survey. Mereka mengerahkan dua kapal yakni Fugro Equator dan Fugro Discovery.
Sebelumnya, dalam fase pencarian pertama, Malaysia telah menggelontorkan dana senilai RM28 juta atau Rp103 milyar hingga bulan Juni. Sementara, Australia menganggarkan A$90 juta atau Rp995 milyar.
Abbott juga mengatakan Australia akan membangun sebuah monumen untuk mengenang korban MH370 di bagian barat tepi laut wilayah mereka. Namun, itu semua baru terealisasi jika disetujui oleh Pemerintah Malaysia dan keluarga korban.
MH370 dinyatakan hilang dari radar sipil pada 8 Maret lalu. Najib kemudian mengumumkan di akhir Maretl, pesawat jatuh di bagian selatan Samudera Hindia dan menewaskan 239 penumpang.(fen)






