
TRANSINDONESIA.CO – YT, 9 tahun, warga Dusun Sei Tampang Desa Sei Tampang Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu, Sumatera Utara, diduga mengalami pelecehan seksual oleh FJ yang disebut-sebut adik kandung salah seorang anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu berinisial SU.
Hal ini terjadi beberapa waktu lalu dikediamannya Dusun Sei Tampang, YT yang baru duduk di sekolah Dasar Negeri (SD) Sei Tampang, kelas tiga itu mengalami trauma setelah mengalami pristiwa tersebut.
Informasi yang dihimpun, dari beberapa sumber menyebutkan, kalau peristiwa pelecehan seks yang dialami YT telah dilaporkan ke Polres Labuhanbatu.
Beberapa warga mengatakan, kalau peristiwa ini terjadi ketika salah seorang warga memergoki FJ dengan mengenakan sarung keluar dari rumah YT dengan tergesa-gesa, dimana saat itu ibu korban beserta abangnya tidak berada di rumah.
“Memang benar bang, yang kami dengar kalau FJ itu telah melakukan pelecehan seksual terhadap YT, padahal kami tau kalau YT itu kan anak yatim, memang si FJ itu bukan manusia bang, mentang-mentang abangnya anggota dewan,” ungkap warga Jumat (29/8/2014).
Hasim kepala dusun setempat ketika dikonfirmasi melalui seluler terkait hal ini terkesan tertutup untuk menceritakan prihal yang terjadi, kalau mengenai pelecehan itu, tanyakan aja langsung sama keluarganya pak, sebutnya.
Sementara itu, kepala Desa Sei Tampang, Asmui membenarkan pristiwa terjadinya dugaan pelecehan yang dialaminya YT warganya tersebut, ia mengatakan kalau persoalan ini sebelumnya akan diselesaikan dengan jalan kekeluargaan, namun abang kandung korban tidak terima dan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Abang kandung YT sendiri saat dihubungi melalui selulernya, masih tertutup saat ditanya seputar kronologis peristiwa yang menimpa adik kandungnya itu, namun ia membenarkan pristiwa yang dialami oleh adiknya tersebut.
Faridah Hanum Spd kepala sekolah (kasek) YT membenarkan pristiwa pelecehan yang menimpa salah seorang muridnya itu, dan hal ini menurutnya sangat tidak manusiawi, serta berharap pihak berwajib memberikan sangsi yang seberat-beratnya kepada pelaku tersebut.
Sayangnya pihak kanit UPPA Polres Labuhanbatu, Ipda. Ita H belum dapat dihubungi guna memperoleh penjelasan resmi terkait hal ini, ironisnya kabar yang tersiar dikalangan masyarakat kalau FJ telah menyiapkan uang yang banyak untuk menyelesaikan persoalan ini.(bus/don)





