
TRANSINDONESIA.CO – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Danang Rusbiyanto dan Ganindra Patra Mahadi dibacok oleh orang tidak dikenal di dekat tempat kos-kosannya, tak jauh dari kampusnya di RT 8/RW 4, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah.
Dalam insiden tersebut, Danang mahasiswa asal Sragen, Jawa Tengah tewas dengan luka cukup serius dibagian dahinya. Sedangkan Ganindra atau biasa dipanggil teman-temannya juga asal Sragen, ditemukan dalam keadaan luka parah dengan pergelangan tangan nyaris putus.
Informasi yang berhasil dihimpun okezone, kedua mahasiswa tersebut indokes di tempat salah satu warga bernama Hadi Wiyono. Anwar salah satu warga mengatakan warga tak tahu pasti awal mula kejadian tersebut. Pasalnya, kejadian itu sendiri terjadi sekitar pukul 04.00 WIB menjelang subuh.
Namun, warga sempat mendengar suara gaduh di sekitar tempat kos kedua mahasiswa tersebut. karena penasaran, warga termasuk dirinya pun keluar menuju tempat di mana asal suara tersebut berasal.
Saat tiba di tempat kos kedua mahasiswa, warga terkejut melihat kondisi Danang dan Patra sudah dalam keadaan bersimbah darah. Warga lebih terkejut lagi, saat melihat Danang sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
“Keduanya sudah terkapar bersimbah darah. Yang lebih mengejutkan, Danang ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi. Sedangkan satunya kondisinya sangat mengerikan. pergelangan tangannya hampir putus. Dan saya suruh warga lainnya untuk menghubungi polisi,” jelas Anwar kepada para wartawan, di lokasi kejadian, Minggu (24/8/2014)
Sesaat setelah menerima laporan, petugas dari Polsekta Banjarsari, tiba dilokasi kejadian. Kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Brayat Minulyo, Solo.
Kapolsek Banjarsari, Kompol I Ketut Raman membenarkan adannya insiden berdarah tersebut. Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan secara pasti kronologis kejadian berdarah tersebut.
Sebab, pihak Kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap motof dan mengejar pelakunya.
“Penyelidikan sedang kami lakukan. kami belum bisa mengungkap secara pasti siapa pelakunya. Karena kami tengah melakukan olah TKP,” pungkasnya.(okz/ats)






