
TRANSINDONESIA.CO – Seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh Untuk UUPA menggelar aksi damai menuntut segera dituntaskan ketentuan untuk pelaksanaan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
Aksi tersebut berlangsung di halaman Islamic Centre Lhokseumawe, Kamis (14/8/2014). Kemudian dilanjutkan dengan keliling mengitari pusat kota dan berakhir di bundaran jam kota.
Koordinator aksi Firdaus Noezula mengatakan, sudah sembilan tahun usia perdamaian di Aceh sejak ditandatangani Perjanjian Helsinki (Finlandia) pada 15 Agustus 2005 antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia serta delapan tahun UUPA disahkan, namun berbagai kewenangan Aceh belum selesai.
Seperti, peraturan pemerintah dan keppres yang belum selesai, di antaranya, peraturan pemerintah (PP) tentang pengelolaan bersama migas di Aceh, PP tentang nama dan gelar Aceh serta PP tentang kewenangan pusat yang bersifat nasional dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh serta aturan lainnya.
Karena itu, lanjut Firdaus, pihaknya atas nama Aliansi Rakyat Aceh untuk UUPA meminta kepada Presiden untuk mempunyai komitmen dengan segera membentuk peraturan pelaksana baik PP maupun keppres, guna implementasi UUPA sebagai wujud komitmen dari pemerintah pusat.
Kepada DPR RI untuk segera merumuskan segala bentuk terkait implementasi UUPA, khususnya DPR RI dan DPD asal Aceh untuk membentuk tim lobi di tingkat nasional dalam rangka upaya mengawal pelaksanaan terkait UUPA.
Begitu juga kepada Gubernur Aceh dan DPRA agar terus melangkah melakukan konsultasi sehingga semua peraturan segera ada di Aceh yang sesuai substansinya dengan UUPA dan MoU Helsinki. Begitu juga kepada semua pihak yang ada di Aceh, seperti mahasiswa dan NGO agar mengawal proses turunan UUPA sebagai kewajiban bagi seluruh masyarakat.
Kepada masyarakat diminta tidak terprovokasi dalam menyikapi berbagai isu yang dilemparkan oleh pihak-pihak yang tidak bertangungjawab yang dapat mengancam perdamaian Aceh.
Sejumlah personel kepolisian dari Polres Lhokseumawe juga mengawal aksi tersebut. Aksi yang digelar pada pagi hari berakhir dengan damai hingga berakhir siang harinya.(ant/jal)





