
TRANSINDONESIA.CO – Pemerintah Provinsi Riau mengalokasikan anggaran sebesar Rp120 miliar dalam APBD 2014 untuk mendanai program pendidikan S2 bagi guru setingkat SLTA negeri dan swasta di daerah itu secara gratis.
“Beasiswa ini diberikan untuk mewujudkan standarisasi bagi tenaga pengajar pendidikan S2 untuk guru SLTA dan SMK, dimaksudkan sekaligus untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang andal dan berdaya saing tinggi,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Riau Dwi Agus Sumarno di Pekanbaru, kemaren.
Menurut dia, peluang ini sudah diberikan sejak awal 2014 namun demikian ia menilai minat para guru di daerah itu masih minim untuk mengikuti program tersebut.
Padahal, kata Dwi lagi, beasiswa diberikan untuk guru tersebut gratis selama 3 tahun kendati program pendidikan S2 hanya selama dua tahun.
“Anggaran untuk program beasiswa S2 gratis itu diberikan selama tiga tahun sebagai toleransi pemerintah Provinsi Riau karena diyakini guru yang sibuk mengajar tentu tidak banyak yang bisa menamatkan tepat waktu selama dua tahun,” katanya.
Sementara itu bagi guru yang telah menamatkan program S2 tidak diberikan beban akan tetapi tetap diminta untuk mengajar kembali di Riau, sebab anggaran yang dialokasikan berasal dari APBD Riau.
Sedangkan guru yang dibantu, katanya, tentu memiliki Kartu Keluarga dan KTP serta sudah mengajar di Riau. Program ini antara lain untuk membangun SDM guru yang berkualitas agar bisa menciptakan generasi yang handal dan berdaya saing tinggi.
Disdik Riau kini, kata Dwi lagi, telah melakukan kesepakatan dengan sejumlah universitas di Riau seperti Universitas Lancang Kuning (Unilak) Universita Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSQa) dan Polteknik Riau.(ant/ful)





