Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.(rts)
TRANSINDONESIA.CO – Pemerintah Turki pada Selasa (22/7/2014) menangkap sejumlah petugas polisi senior atas dugaan memata-matai pejabat tinggi negara, yang di antaranya termasuk Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.
Kantor berita AFP melansir, kejaksaan di Turki telah menahan sebanyak 100 petugas dan mantan perwira tinggi kepolisian di negara itu untuk keperluan penyidikan atas kasus penyadapan yang disangkakan kepada mereka. Sebagian besar penangkapan berada di Kota Istanbul, sedangkan sisanya dilakukan di ibu kota Ankara dan kota-kota lainnya seperti Izmir dan Diyarbakir.
Penangkapan kali ini disebut-sebut sebagai babak terbaru dalam perseteruan sengit antara PM Erdogan dan mantan sekutunya, Fethullah Gulen. Kedua tokoh ini memang tengah terlibat konflik panas, menyusul terungkapnya skandal korupsi besar di lingkungan pemerintah Turki yang mencuat ke publik pada akhir tahun lalu.
Sejumlah petugas kepolisian yang ditengarai sebagai pendukung Gulen pun dianggap sebagai pihak yang disalahkan lantaran telah membocorkan rincian skandal tersebut. Mereka dikatakan memiliki beberapa alat bukti berupa hasil penyadapan dari percakapan telepon para pejabat tinggi Turki.
Sebagian besar dari polisi yang ditangkap kemarin juga dilaporkan memegang posisi kunci dalam penyelidikan kasus korupsi yang dituduhkan terhadap Erdogan.
Erdogan yang sudah mejabat perdana menteri selama lebih dari satu dekade, kini tengah mempersiapkan dirinya untuk meraih kursi Presiden Turki pada Pemilu 10 Agustus nanti.(afp/fen)





