Ilustrasi pembayaran deviden Inalum ke pemerintah Indoensia.
TRANSINDOENSIA.CO – PT Inalum (Persero) baru membayarkan dividen sebesar Rp394 miliar kepada Pemerintah Indonesia dari hasil keuntungan bersih 68.616.000 dolar AS sejak perusahaan peleburan aluminium di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara itu resmi menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2013.
Direktur Utama PT Inalum Winardi didampingi Sahala H Sijabat (Direktur Operasi), Harmon Yunaz (Direktur Pengembangan/Bisnis), Oggy Achmad Kosasih (Direktur keuangan) dan Carry Mumbunan (Direktur Umum dan SDM) dalam keterangannya di Medan, Minggu (20/7/2014), mengemukakan keuntungan bersih Inalum 2013 sebesar 68.616.000 dolar AS naik 179 persen dibandingkan tahun sebelumnya 24.500.000 dolar AS.
Sedangkan pada tahun fiskal 2013 perusahaan yang sahamnya 100 persen kini dimiliki Indonesia itu, telah memproduksi 256.602 ton aluminium batangan (ingot) dan pihak manajemen berkomitmen dengan meningkatkan kinerja korporasi akan meningkatkan produksi menjadi 500.000 ton hingga 2019.
Winardi mengemukakan kendati musim kemarau panjang di daerah itu hingga kini khususnya level atau ketinggian air Danasu Toba pada posisi 904,16 meter di atas permukaan laut dinilai masih aman untuk menggerakkan turbin tenaga listrik di PLTA Asahan guna megoperasikan tungku peleburan aluminium.
Produksi aluminium akan terganggu jika permukaan air Danau Toba turun di bawah 903,1 meter di atas permukaan laut, karena daya listrik yang dihasilkan tidak mampu untuk menghidupkan semua tunggu yang ada di pabrik peleburan, tutur Winardi sebagai Direktur Utama yang pertama sejak Inalum beralih ke tangan Indonesia sebelumnya modal asing (58 Persen saham Jepang).
Direktur Utama Inalum itu menegaskan bahwa Inalum adalah milik bangsa Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara, sehingga sampai saat ini perusahaan itu telah membantu tenaga listrik sebesar 90 MW untuk membantu mengatasi krisis listrik di daerah itu.
Inalum sejak masa konstruksi selalu berkomitmen menjali hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan terkait dan memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar, seperti bantuan perbaikan mushola, pesantren, anak yatim/piatu, bantuan safari Ramadhan ke-100 masjid, pembangunan sarana air bersih di Pematang kawat, pembangunan tangkahan ikan nelayan di Medang Deras, bantuan 2.500 lembar seng untuk korban Gunung Sinabung dan lainnya.(ant/don)