Lukisan cat minyak berjudul Rini karya Bung Karno di Ruang Keluarga, Istana Bogor.(presidenri)
TRANSINDONESIA.CO – Bukan rahasia lagi jika Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, adalah seorang pecinta seni. Namun tak hanya gemar menikmati berbagai jenis kesenian, Soekarno juga memiliki karya-karya seni hasil pikiran dan tangannya sendiri. Salah satu hasil karyanya adalah sebuah lukisan berjudul “Rini”.
Pulasan cat minyak yang disapu oleh Bung Karno diatas kain berukuran 89×70 cm ini merupakan hasil skets Dullah yang kemudian diselesaikan Bung Karno pada 2 November 1958. Sempat berpindah-pindah tempat di ruangan-ruangan Istana Bogor, sekarang lukisan ini menghiasai Ruang Keluarga. Sebelumnya lukisan yang menggambarkan seorang wanita ini pernah dipajang di Ruang Film dan Ruang Kerja Presiden di Istana Bogor.
Dalam lukisan ini terlihat seorang wanita yang sedang duduk menghadap ke sebelah kanan. Dengan rambut hitam disanggul, terlihat sekuntum bunga berwarna putih, merah, dan hijau dibelakang telinga kirinya. Rini dalam lukisan ini menggenakan kebaya sederahan berwarna hijau muda dan kain bernuansa cokelat ornamen-ornamen batik. Sedangkan latar dari lukisan ini terlihat polos dengan sapuan campuran cat berwarna putih dan kuning muda.
Rini digambarkan dengan air muka yang sayu sambil memangku sebuah buku tua berwarna cokelat. Duduk dengan santai, wanita ini meletakan tangannya menyilang diatas paha.
Banyak yang penasaran mengenai siapakah sosok Rini dalam lukisan Bung Karno ini. Menurut Maprayadi Hidayat, pengelola perlengkapan Istana Bogor, Rini diambil dari nama Sarinah yang sampai sekarang terdapat dua pandangan mengenai sosok wanita ini. Pertama, Rini adalah pengasuh Bung Karno, dan kedua, Rini adalah pelindung Bung Karno.(pri/sof)







