Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno.(dok)
TRANSINDONESIA.CO – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno, ancaman bom di Ibukaota Jakarta mencapai 17 kali selama Pemilu 2014.
Halnnya dugaan acaman nom pada Senin (7/7/2014), dimana tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Polda Metro Jaya, memastikan dua kardus diduga bom yang ditemukan di samping Pos Kepolisian Subsektor (Pospolsubsektor) Bendungan Hilir, Jalan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, bukanlah bom. Isinya, hanya pakaian bekas.
“Hasil pengecekan terakhir, isinya kain-kain sampah. Tidak ada zat-zat kimia untuk bom,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dwi Priyatno, di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/7/2014).
Dikatakan Dwi, terkait ancaman bom, ada 17 kali ancaman yang diterima Polda Metro Jaya, selama Pemilu 2014.
“Kalau tidak salah, ada 17 kali pada pemilu, ancaman bom yang kami terima. Namun, sejauh ini hanya ancaman telepon atau ada benda tapi bukan bom,” ungkapnya.
Dwi menegaskan, selain membuat rencana pengamanan berkaitan dengan Pilpres mulai dari tahapan pendaftaran, kampanye, pemungutan, dan penghitungan suara, pihaknya juga menyiapkan antisipasi adanya kerusuhan, termasuk teror.
“Kami tetap antisipasi sampai yang paling tinggi, seperti kerusuhan massa, chaos, terorisme. Karena itu, kami buat rencana kontigensi. Kami siapkan baik kekuatan maupun cara bertindak untuk antipasi kejadian yang dimungkinkan timbul,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, dua buah kardus diduga bom ditemukan di samping Pospolsubsektor Bendungan Hilir, Jalan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sekitar pukul 06.15, tadi pagi.
Menurut keterangan saksi, dua kardus berukuran berukuran 30 x 40 cm dan 60 x 40 cm, itu diletakan seseorang dengan ciri-ciri tinggi sekitar 175 cm, pakaian kemeja hitam motif putih, celana hitam, menggunakan sepeda motor Honda CS1, tidak menggunakan helm, dengan plat nomor yang belum diketahui. Setelah dicek, dua kardus itu ternyata hanya berisi pakaian bekas.(dam)







