TRANSINDONESIA.CO – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan jumlah perempuan pengusaha masih minim bila dibandingkan dengan kaum laki-laki.
“Persentase perempuan sebagai pengusaha sebesar 31,44 persen memang cukup jauh apabila dibandingkan dengan laki-laki sebesar 68,56 persen,” kata Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, kemaren.
Meski lebih kecil dari kaum laki-laki namun Linda mengakui hal tersebut tetap menunjukkan peran penting perempuan yang sudah mampu untuk mandiri dan bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
“Disisi lain kita melihat perempuan tidak hanya sebagai pekerja akan tetapi perempuan sebagai pengusaha, termasuk perempuan pada industri mikro,” katanya Sementara itu, Linda juga memberikan gambaran tentang ketenagakerjaan perempuan di Indonesia.
Dia menyebutkan data Sakernas 2012 menunjukkan bahwa proporsi pekerja rentan perempuan mencapai 73 persen, karena mayoritas merupakan pekerja tak dibayar/pekerja keluarga.
Demikian juga pekerja rentan di perdesaan, yang lebih besar jumlahnya daripada diperkotaan.
Akses terhadap lapangan kerja bagi perempuan masih lebih rendah bila dibandingkan dengan laki-laki, walaupun nilai Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun.
“Kesenjangan TPT antara laki-laki dan perempuan masih tinggi,” katanya.
Berdasarkan hasil Sakernas tahun 2012 menunjukkan secara total TPT perempuan lebih tinggi dibanding TPT laki-laki, yaitu 6,77 persen berbanding 5,75 persen.(ant/sis)








