Pasangan Prabowo-Hatta dan jokowi-JK
TRANSINDONESIA.CO – Debat capres/cawapres yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) disebu-sebut diungguli oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ketimbang Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal itu sebagaimana dirillis lembaga survei Indo Barometer.
Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dari hasil survei dari 52,8% pemilih yang menonton acara tersebut lebih memilih Prabowo-Hatta. Mereka menilai pasangan tersebut lebih jelas menyampaikan visi misinya.
“Mereka yang menonton dan mendengarkan menyatakan, Prabowo-Hatta lebih baik dalam menyampaikan visi-misi program kerja, lebih baik cara bicaranya dan cara berpakaiannya lebih menarik,” kata M Qodari di Hotel Harris Jakarta, Minggu (29/6/2014).
Adapun dalam penyampaian visi-misi Prabowo-Hatta mendapat perolehan angka 49.7%, sedangkan Jokowi-JK hanya mendapatkan 45.6%. Sementara orang yang memilih tidak tahu atau tidak menjawab ada 4.7%.
Gaya bicara pasangan Prabowo-Hatta juga mendapat angka yang tinggi yakni 52.8 %. Sementara Jokowi-JK hanya mendapat suara 43.7%. Orang yang tidak tahu atau tidak menjawab 3.5%, cara berpakaian lebih menarik Prabowo-Hatta 51.1%, dan Jokowi-JK 43.4 % tidak tahu atau tidak jawab 5.5%.
Dari hasil survei tersebut, pasangan Prabowo-Hatta banyak didukung oleh masyarakat yang menonton debat. Sementara Jokowi didukung masyarakat tidak menonton debat. Prabowo-Hatta didukung 48.1 % menonton debat, 36.4 % tidak menonton debat, sementara Jokowi-JK didukung yang menonton debat 43.4 % tidak menonton 48.9%.
“Pemilih yang menonton debat capres-cawapres lebih banyak mendukung pasangan Prabowo-Hatta, sedangkan yang tidak menonton mendukung pasangan Jokowi-JK,” kata dia.
Jika disebut nama Prabowo, maka yang muncul dalam pikiran masyarakat sikap ketegasannya 27%, dari militer 25,1%, capres 12,4%, orang partai 12,3%, berwibawa 2,8%, gagah 2,2%.
Sementara, ketika disebut nama Jokowi, yang muncul dalam pikiran masyarakat Gubernur DKI Jakarta 26,1%, dekat dengan rakyat 19,2 %, calon presiden 5,4%, sederhana 5,4%, orang partai 5,1%, Jujur 4,3 %, wali kota solo 3,3%.
Sementara ketika disebut nama Hatta, masyarakat mengetahui sebagai menteri Ekonomi 24.7 %, orang partai 13.5%, calon wakil presiden 11,2%, rambut putih 7,8 %, pintar % 7.4% dan besan SBY 4.4 %. Sementara JK dikenal sebagai mantan wakil presiden 31.5%, pengusaha sukses 10,3 %, calon wakil presiden 9,7%, pintar 8.1% orang partai 6.0%.
“Asosiasi pemilih terhadap Hatta adalah menteri ekonomi 24.7%, sementara JK dikenal sebagai mantan wapres 31.5%,” ujarnya.
Pasangan Jokowi-JK hanya unggul lantaran terlihat lebih kompak dalam menjawab pertanyaan Prabowo Hatta 43.8 %, Jokowi-JK 50.5 % dan tidak tahu atau tidak jawab 5.7 %. “Jokowi-JK dinyatakan lebih kompak dalam menjawab pertanyaan,” imbuh Qodari.
Survei yang dilakukan pada tanggal 16-22 Juni 2014, Indo Barometer melakukan survei di 33 provinsi Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1200 orang, margin off error sebesar 3,0 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pemilihan responden dengan metode multistage random sampling, pengumpulan data dengan wawancara tetap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner.(ini/sof)







