Para bocah harus berjuang super ekstra hati-hati untuk sampai ke seberang.(lp6)
TRANSINDONESIA.CO – Jakarta sebagai Ibukota Negara Indonesia masih memiliki jembatan yang nyaris ambruk, dan puluhan anak yang bergegas ke sekolah harus melaluinya dan mempertaruhkan jiwanya.
Namun perjuangan untuk menimba ilmu ini sangat mengkhawatirkan, dikarenakan kondisi jembatan miring dan nyaris ambruk.
Bocah-bocah ini harus melintasi Jembatan Gantung Setiakawan yang menghubungkan 2 kampung di Jakarta, yakni Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat dengan Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Dikutip dari laman liputan6, Jumat (13/6/2014), para bocah itu seakan tak peduli dengan bahaya yang bisa mengancam jiwa, anak-anak ini dengan santainya melintasi jembatan miring tersebut. Bahkan sebagian mengaku tak ada pilihan lain, karena perjalanan akan semakin jauh jika tidak melintasi jembatan itu.
Alasan tak ada pilihan pula yang membuat jembatan ini tak juga ditutup oleh warga setempat. Anak-anak dibiarkan begitu saja melintas, meskipun tahu risikonya sangat tinggi.
Warga sekitar berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera mengambil tindakan. Karena jika hujan turun, jembatan ini semakain berbahaya untuk dilintasi.
Megapa pemimpin di Jakarta ini tidak memperhatikan konsisi jembatan seperti itu, padahal banyak warga yang harus memotong jalan melewati jembatan tersebut guna enghemat wwaktu.
Kemana gerangan ada APBD DKI Jakarta yang begitu besar namun, tidak memperhatikan kondisi jembatan tersebut.
Tengoklah, mereka harus merangkak dan super hati-hati agar selamat ke seberang. Selama ini pimpinan Jakarta tersiar seriang blusukan, tapi kemana perginya?. (lp6/her)







