Stok gas elpiji di Sumut aman.(dok)
TRANSINDONESIA.CO – Meski realisasi penyaluran gas elpiji 3 kg di Sumatera Utara (Sumut) hingga April 2014 telah over 14 persen atau mencapai 82.890 metrik ton (MT) dari kuota sebanyak 251.114 MT, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I menjamin ketersediaan pasokan dengan program Sistem Monitoring Elpiji 3 Kilogram (Simolek).
External Relation PT Pertamina Marketing Operation Region I Fitri Erika, mengatakan, untuk mendukung ketersediaan pasokan Elpiji 3 kg di wilayah Sumut, pihaknya terus melakukan Simolek untuk memastikan ketersediaan elpiji di tingkat agen dan pangkalan. Karena sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri dan Menteri ESDM Nomor 17 dan 5 tahun 2011, peruntukan LPG 3 kg hanya untuk sektor rumah tangga dan usaha mikro penerima paket perdana LPG 3 Kg.
“Penyerapan sudah over, tapi stok masih aman dan kita upayakan tidak terjadi kelangkahan,” ujarnya kepada wartawan, kemaren.
Saat ini, jumlah agen elpiji 3 kg di Sumut sebanyak 187 dan jumlah pangkalan elpiji 3 kg sebanyak 4.047. Sedangkan di Kota Medan jumlah agen elpiji 3 kg sebanyak 44 dan jumlah pangkalan sebanyak 909.
Ketua Lembaga Konsumen Indonesia (LKI) Abu Bakar Siddiq, meminta penyaluran elpiji 3 kg itu merata ke seluruh wilayah di Sumut.
“Biar adil, hendaknya penyalurannya jangan hanya berpusat di Kota Medan saja,” katanya. Sebab, laporan masyarakat, gas elpiji 3 kg masih kerap langka, khususnya untuk wilayah Tapanuli dan sekitarnya. Kelangkaan diikuti dengan harga mahal. “Nah itukan menyulitkan masyarakat. Karenanya selain program Sistem Monitoring LPG 3 kg, juga Pertamina harus lebih intens memastikan ketersediaan LPG 3 kg di daerah-daerah dan dengan harga yang terjangkau pula,” pintanya. (dhona)





