TRANSINDONESIA.CO – Gubernur dari seluruh provinsi di Indonesia dijadwalkan menanam pohon khas daerahnya masing-masing untuk diletakkan di Kebun Raya Batam, Kepulauan Riau, saat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional XXV di Batam, 5-14 Juni 2014.
“Setiap provinsi membawa pohon daeri daerah masing-masing, misalnya Kakao dari Sulawesi. Pohon itu akan ditanam Gubernur masing-masing saat MTQ. Sudah ada banyak daerah yang dikonfirmasi,” kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Senin (26/5/2014).
Penanaman pohon dilakukan di lahan sekitar Astaka MTQ di Dataran Engku Putri, untuk memudahkan para Gubernur. Nantinya, bila tanaman sudah cukup besar, maka akan dipindahkan ke lokasi Kebun Raya Batam di Kawasan Nongsa yang saat ini masih dalam persiapan lahan.
Pohon-pohon itu akan menjadi representasi setiap daerah dalam wahana “The View of Indonesia” di Kebun Raya Batam yang diharapkan menjadi pusat konservasi tanaman pesisir.
“Nanti akan dibangun oleh Pemdanya sendiri. Kami hanya menyiapkan kavlingnya saja,” kata dia.
Penanaman tidak dilakukan serentak oleh seluruh Gubernur, melainkan menyesuaikan dengan waktu yang disipakan masing-masing kepala daerah.
Pemkot Batam berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersedia untuk ikut menanam pohon untuk Kebun Raya Batam. Namun, hingga saat ini pemkot belum mendapat konfirmasi dari pihak istana.
Kebun Raya Batam akan dibangun di lahan seluas 85,6 hektare di Nongsa, Batu Besar. Untuk pembangunannya pemerintah melalui Kementerian pekerjaan Umum menyiapkan dana sekitar Rp800 miliar.
Sementara LIPI mempersiapkan jenis tumbuhan yang akan ditanam dan dikembangkan di kebun raya Batam. Sampai saat ini, LIPI sudah menemukan 200 spesies asli Batam untuk dikembangkan.
Saat ini, pembangunan Kebun Raya di Batam masih dalam tahap persiapan lahan, pembangunan fisiknya sendiri baru akan dimulai 2017.(ant/ful)







