Polisi anti huru-hara membubarkan para demonstran dengan gas air mata dan peluru karet dalam aksi unjuk rasa di Istanbul (14/5/2014). Para demonstran tersebut menyerukan protes menentang standar keselamatan pekerja tambang yang buruk di negara itu.
TRANSINDONESIA.CO – Serikat buruh utama di Turki telah menyerukan pemogokan nasional pada hari Kamis (15/5/2014), sementara jumlah korban tewas dalam bencana terburuk tambang yang pernah terjadi di negara itu naik menjadi 282.
Konfederasi Serikat Buruh Umum Turki mewakili ratusan ribu karyawan. Serikat buruh itu mengatakan pemogokan satu hari itu adalah protes terhadap standar yang buruk keselamatan pertambangan di negara itu.
Para pekerja bantuan darurat terus mencari korban setelah ledakan listrik terjadi jauh di dalam sebuah tambang batu bara hari Selasa di kota Soma, sebelah selatan Istanbul.
Para pejabat mengatakan api yang masih berkobar di dalam tambang tersebut, menghambat upaya untuk mencapai 120 orang yang diperkirakan terperangkap dalam tambang itu.
Tim penyelamat berharap para pekerja tambang yang terperangkap telah berlindung di dalam salah satu dari apa yang disebut ruang aman untuk menghindar asap tebal dan gas beracun dalam tambang itu.
Pejabat pemerintah dan pejabat perusahaan pertambangan mengatakan hampir 450 pekerja tambang telah diselamatkan.(voa/fen)





