Bursa saham Asia bergerak menguat dengan indeks saham MSCI Asia Pacific naik 0,1% pada perdagangan saham Kamis pekan ini.
TRANSINDONESIA.CO, Sydney – Bursa saham Asia bergerak melemah didorong penurunan sektor saham telekomunikasi dan industri pada awal pekan kedua April 2014.
Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0,5% ke level 138,58 pada pukul 09.40 waktu Tokyo. 10 kelompok industi bergerak melemah yang menambah tekanan ke indeks saham acuan regional.
Penurunan indeks saham acuan ini juga didorong indeks saham Jepang Topix turun 1,5% seiring yen menguat sejak 4 April 2014. Indeks saham Jepang Nikkei merosot 1,2% ke level 14.880,82 pada awal perdagangan saham.
Indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,4%. Indeks saham Australia turun 0,6%. Lalu indeks saham Selandia Baru NZX 50 melemah 0,7%. Sementara itu, bursa saham China dan Thailand tutup karena liburan.
“Payrolls yang sedikit di bawah perkiraan terus menunjukkan pemulihan ekonomi Amerika Serikat. Ini menunjukkan setiap langkah The Federal Reserve kemungkinan akan menjadi sederhana,” ujar Matthew Sherwoddn, Head of Investment Market Research Perpetual Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (7/4/2014).
Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) melaporkan payroll naik menjadi 192 ribu pada Maret 2014 dari Februari 2014 sekitar 197 ribu. Berdasarkan survei Bloomberg, pekerjaan swasta akan bertambah 200 ribu.
Selain sentimen rilis data ekonomi AS, bank sentral Jepang (Bank of Japan) akan melakukan pertemuan hari ini. Analis memperkirakan, bank sentral Jepang akan melakukan membelian exchange-traded fund bagian kedua. Bank sentral Jepang akan meningkatkan pembelian exchange traded fund sekitar US$ 19 miliar.
Adapun saham-saham yang melemah di bursa saham Asia antara lain saham Naver Corp turun 6% di Seoul. Saham Softbank Corp melemah 4,7% di bursa saham Jepang. Lalu saham Fanuc Corp melemah 2,2%.
Saham Daiichi Sankyo Co naik 3,8% setelah produsen obat India Sun Pharmaceutical Industries Ltd setuju untuk membeli Ranbaxy Laboratories Ltd sekitar US$ 4 miliar. Daiichi memiliki 63,5% dari Ranbaxy.(blm/fen)







