Korban Serangan Bom Tong di Aleppo 85 Orang

Bom AleppoKondisi pasca ledakan di antara asrama mahasiswa dan Fakultas Arsitektur Universitas Aleppo, Suriah.(afp)

 

 

TRANSINDONESIA.co, Damaskus : Korban tewas serangan udara rezim di Aleppo, Suriah meningkat menjadi 85 orang. Demikian disampaikan oleh sebuah kelompok pengawas pada Minggu (2/2/2014).

Mereka menyebut, ledakan itu buntut dari konflik yang terus berputar selama 10 hari setelah perundingan damai yang tidak meyakinkan.

Pertempuran terakhir itu terjadi karena bom mobil bunuh diri di kubu Hizbullah di seberang perbatasan Libanon yang menewaskan empat orang pada Sabtu (1/2/2014), sehingga memicu kekhawatiran dari konflik kawasan yang menyebar lebih lanjut.

Helikopter-helikopter menyerang daerah-daerah yang dikuasai pemberontak Aleppo pada Sabtu dengan tong-tong yang dikemas dengan bahan peledak, sebuah taktik kontroversial yang dikecam secara luas oleh kelompok-kelompk hak asasi sebagai tindakan tanpa pandang bulu.

“Setidaknya 85 orang tewas, termasuk 65 warga sipil, 10 diantaranya anak-anak,” ujar Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Serangan-serangan itu pun menargetkan beberapa daerah kota, dengan 34 orang tewas di daerah Tareq al-Bab.

Aleppo telah terbagi antara daerah rezim dan pemberontak sejak para pejuang oposisi melancarkan serangan besar-besaran di kota pada pertengahan 2012.

Pertempuran sengit antara kedua belah pihak telah meninggalkan sejumlah bagian kota yang bersejarah ini dalam reruntuhan.

Pihak Observatorium mengatakan 10 dari mereka yang tewas pada Sabtu merupakan pelaku jihad dari afiliasi Al-Qaeda Suriah, Front Al-Nusra, yang tengah berada di markas mereka ketika diserang. Sebanyak 10 jenazah lainnya tidak dapat diidentifikasi.

Pada Desember, pesawat tempur pemerintah meluncurkan serangan kilat yang berkelanjutan di kota yang telah menewaskan ratusan orang yang kebanyakan adalah warga sipil, ujar Observatorium.

Kantor berita pemerintah SANA mengutip pernyataan Freij yang mengatakan bahwa dia mempersembahkan ucapan terimakasih untuk “kemenangan besar tentara dan pembebasan mereka dari banyak daerah di Aleppo.”

Serangan udara terbaru ini muncul sehari setelah Pemerintah Suriah dan para delegasi oposisi menyelesaikan pembicaraan damai di Jenewa, Swiss.

Perundingan selama 10 hari itu tidak menghasilkan hasil yang nyata dan tim pemerintah mengatakan mereka tidak yakin apakah mereka akan kembali ke meja perundingan.(afp/id/fen)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co