Ilmu dan Iman Saja Tak Cukup untuk Jadi Bangsa yang Sejahtera
TRANSINDONESIA.CO | Menilik data dari berbagai bangsa yang ada di dunia saat ini, bangsa yang maju atau bangsa yang berkesejahteraan adalah bangsa yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM). SDM menjadi sebuah keniscayaan untuk maju, tidak lagi ditentukan oleh kekayaan alam pada suatau negara, karena akan habis pada waktunya. Melainkan adalah SDM yang dikelola dengan bekal pengetauhuan dan teknologi putra-putri dari suatu bangsa. “Ilmu dan iman saja tidak cukup,” kata Abdul Mu’ti.
Dalam rangka menghadapi tantangana dunia yang semakin kompleks, ilmu dan gelar tinggi tidak akan cukup. Tidak hanya ilmu, melainkan dengan jiwa dan sika serta kemampuan leadership sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sebuah keberhasilan dunia.
Menurut Mu’ti, Mindset positif adalah kunci keberhasilan. “Apapun prestasi yang dicapai, berapapun nilai akademik yang diraih, langkah kesuksesan di masa depan dibangun dengan mindsetyang positif. Yakinlah bahwa langkah di masa depan ditentukan dengan kesungguhan di dalam membangun mindset positif,” ujar Abdul Mu’ti dalam acara Wisuda Mu’allimaat, Sabtu (12/6/2021)..
Dilansir dari buku yang berjudul “Mindset”, karya seorang profesor psikologi dari Standford University, bernama Carol S. Dweck. Bahwasannya orang-orang yang optimis adalah orang yang melihat realitas sekarang ini sebagai titik awal untuk melangkah lebih maju lagi. Dan yakin dengan cita-cita serta harapan yang tinggi untuk bisa mencapai keberhasilan di masa depan. Dengan demikian, bahwa kita bisa menjadi lebih baik jika jiwa dan sikap berubah serta pikiran yang positif. Selalu diingat dengan firman Allah SWT: “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya.”
Rasa bangga selalu dipancarkan oleh Abdul Mu’ti, melalui pernyataan sikapnya. “Tataplah masa depan dengan optimis, yakinlah masa depan berada di tangan kalian. Yakinlah bahwa pendidikan di Mu’allimaat adalah bekal untuk berjuang di masa depan dan mencapai karir yang cemerlang. Jangan hanya membawa nama harum Mua’allimat, melainkan bawa nama persyarikatan Muhammadiyah, dan mengharumkan nama bangsa dan agama,” pungkasnya yang disampaikan secara virtual melalui zoom meeting.
Sumber: Muhammadiyah.or.id