Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada. Transindonesia.co / Dok. Pemkab Nagekeo
TRANSINDONESIA.co | KUPANG – Kabar duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, tutup usia pada Sabtu malam (3/10/2026) sekitar pukul 20.10 WITA akibat serangan jantung mendadak usai meninjau lokasi penanganan bencana gempa bumi.
“Saya menginformasikan berita duka secara resmi kepada seluruh masyarakat bahwa telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak Gonzalo Gratianus Muga Sada, Wakil Bupati Nagekeo,” kata Plh Sekretaris Daerah Nagekeo, Imanuel Ndun, dikutip dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Pejabat kelahiran Doberako, 11 April 1968 tersebut diketahui mendadak jatuh sakit di dalam mobil dinas saat melakukan perjalanan dinas dari Kecamatan Aesesa Selatan menuju Mbay. Meski sempat dilarikan dan mendapat perawatan darurat di RSUD Aeramo, nyawa sosok yang dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan keagamaan ini tidak tertolong.
“Beliau meninggal karena serangan jantung dan kita semua doakan agar beliau dapat beristirahat dalam damai abadi,” ungkap Imanuel sembari menyebut berpulangnya almarhum diduga akibat kelelahan mendalam selama mengawal penanganan bencana.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam mengingat perannya yang sangat vital sejak gempa bumi mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Gonzalo mengemban amanah langsung sebagai Ketua Satgas Penanganan Bencana Gempa Kabupaten Nagekeo sekaligus Komandan Posko Tanggap Darurat yang rutin berada di lapangan untuk merespons keluhan warga.
“Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan seluruh masyarakat merasakan duka mendalam atas berpulangnya sosok yang sangat aktif merespons berbagai kebutuhan masyarakat di lokasi bencana,” ujar Imanuel.
Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Gonzalo bahkan sempat terbang ke Jakarta untuk memperjuangkan kebutuhan konkret warganya. Ia berkoordinasi langsung dengan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB terkait proses transisi rehabilitasi-rekonstruksi serta menyambangi Kantor Staf Presiden (KSP) untuk melaporkan besarnya dampak kerusakan di daerahnya.
“Dampak bencana yang melanda telah melumpuhkan berbagai sendi krusial daerah kami,” ungkap Gonzalo sewaktu membeberkan kondisi wilayahnya di hadapan Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Fadjar Dwi Wisnuwardani di Jakarta, beberapa hari sebelum wafat.
Dalam laporan terakhirnya kepada pemerintah pusat, Gonzalo memperjuangkan nasib 518 kepala keluarga yang terdampak kerusakan fasilitas air bersih pada 193,41 hektare lahan pertanian. Almarhum juga merinci kerusakan pada 22 ruas jalan, 13 jembatan, RSUD, 9 Puskesmas, hingga 93 Pustu/Polindes yang melumpuhkan akses kesehatan dan ekonomi warga Nagekeo.
“Pemerintah Kabupaten Nagekeo berharap doa-doa terbaik dari seluruh lapisan masyarakat atas kepulangan beliau yang telah berdedikasi hingga akhir hayatnya,” tutur Imanuel. [nag]





