Skip to content
5 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Oktober
  • 5
  • Sikapi Arahan Prabowo ke Bakom, Abdullah Rasyid: Negara Harus Mampu Menjelaskan Diri dan Dengar Keluhan Warga

Sikapi Arahan Prabowo ke Bakom, Abdullah Rasyid: Negara Harus Mampu Menjelaskan Diri dan Dengar Keluhan Warga

transindonesia.co 5 Oktober 2026 3 minutes read
Bakom

Presiden Prabowo Subianto beri arahan langsung kepada Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono, di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (4/10/2026). Transindonesia.co / Setkab

TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komunikasi pemerintah wajib menggunakan bahasa sederhana dan tidak anti-kritik. Arahan ini diberikan langsung kepada Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono saat dipanggil ke Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (4/10/2026).

“Presiden meminta komunikasi pemerintah menggunakan bahasa sederhana, menjelaskan pemikiran di balik kebijakan, serta mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat,” ungkap keterangan resmi Sekretariat Kabinet mengenai hasil pertemuan tersebut.

Pertemuan strategis di Hambalang ini menjadi pijakan kerja awal bagi Bakom pascapelantikan Syahganda Nainggolan pada 2 Oktober 2026. Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu menjadi jembatan dua arah yang menghubungkan penjelasan kebijakan secara jernih kepada publik sekaligus membawa aspirasi warga ke meja pengambil keputusan.

“Masyarakat membutuhkan penjelasan yang membantu mereka memahami keputusan pemerintah. Presiden pun membutuhkan gambaran jujur tentang keadaan warga. Bakom berada di antara dua kebutuhan itu,” ujar Pendiri GREAT Institute, Abdullah Rasyid, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Senin (5/10/2026).

Menurut Abdullah Rasyid guna mewujudkan pesan Presiden, pemerintah dinilai perlu membangun orkestrasi komunikasi yang padu di seluruh lini.

DR (Cand) Ilmu Pemerintahan IPDN itu menyatakan seluruh menteri, kepala badan, hingga pejabat daerah diminta untuk memiliki pemahaman yang sama terhadap dasar fakta dan data kebijakan, meski cara penyampaiannya disesuaikan dengan khalayak masing-masing.

“Di sinilah orkestrasi diperlukan. Dalam sebuah orkestra, biola dan trompet memiliki bunyi berbeda, tetapi mengikuti partitur yang sama. Bakom perlu memastikan siapa menjelaskan apa, dari mana datanya berasal, serta siapa yang menjawab ketika muncul persoalan,” tegas Abdullah Rasyid.

Selain penyelarasan narasi lanjut Rasyid, pemerintah juga diimbau untuk mengubah kebiasaan dalam merespons dinamika publik. Masalah di lapangan seperti lonjakan harga bahan pokok atau kendala penyaluran bantuan sosial tidak boleh lagi disederhanakan sebagai bentuk kegagalan narasi atau kurangnya sosialisasi semata.

“Jika pelayanan lambat, warga membutuhkan perbaikan pelayanan. Penjelasan baru berguna apabila menyebut masalah, tindakan korektif, penanggung jawab, dan waktu penyelesaian,” jelas Rasyid.

Dikatakannya, Bakom pun dituntut untuk berani menjadi “telinga” Presiden dengan menyampaikan laporan kondisi riil di lapangan, termasuk mengenai program yang tersendat. Di sisi lain, pemerintah juga perlu mengkaji dampak kecerdasan buatan (AI) dan algoritma digital secara cermat tanpa terburu-buru menyalahkan teknologi sebelum memeriksa fakta.

“Mendengar juga menuntut keberanian melaporkan kabar yang kurang menyenangkan. Laporan yang hanya memuat keberhasilan akan mempersempit ruang koreksi,” kata Rasyid.

Sebagai langkah nyata dari arahan di Hambalang nilai Rasyid, Bakom didorong untuk menggelar forum berkala “Pemerintah Menjawab” guna memverifikasi keluhan warga secara langsung. Keberhasilan komunikasi pemerintah kelak tidak diukur dari kuantitas unggahan media sosial, melainkan dari kepastian informasi dan perbaikan nyata yang dirasakan oleh masyarakat.

“Keberhasilan Bakom perlu diukur melalui pemahaman masyarakat, konsistensi informasi, mutu jawaban, dan tindak lanjut pengaduan. Negara yang mampu menjelaskan diri memberi masyarakat alasan memahami keputusan dan bukti bahwa suara mereka diperhitungkan,” pungkas Rasyid. [sfn]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: TNI Bersama Rakyat: Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
Next: Sumba Barat Daya Diguncang Gempa M6,1, BNPB Didirikan Posko Penanganan

Trans Stories

Kapolri Suyudi Dilantik Presiden Prabowo

Tak Pakai Waktu Lama, Kapolri Suyudi Langsung Rombak Jabatan Pejabat Utama Mabes Polri dan 19 Kapolda

transindonesia.co 3 Oktober 2026
pelantikan Wantimpres

Ini Susunan Lengkap Kepemimpinan dan 26 Anggota Wantimpres

transindonesia.co 2 Oktober 2026
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan: DPR dan Menaker Bahas Regulasi Adil

transindonesia.co 2 Oktober 2026

TransIndonesia

Gempa Sumba Barat

Sumba Barat Daya Diguncang Gempa M6,1, BNPB Didirikan Posko Penanganan

transindonesia.co 5 Oktober 2026
Bakom

Sikapi Arahan Prabowo ke Bakom, Abdullah Rasyid: Negara Harus Mampu Menjelaskan Diri dan Dengar Keluhan Warga

transindonesia.co 5 Oktober 2026
Syahrir HUT TNI

TNI Bersama Rakyat: Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

transindonesia.co 5 Oktober 2026
kebakaran hutan Bangka

Bencana Awal Oktober: Karhutla Hanguskan Puluhan Hektare Lahan, Banjir Terjang Nias Selatan

transindonesia.co 3 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.