Ilustrasi - Petugas gabungan bahu membahu memadamkan lahan yang di lalap si jago merah. Transindonesia.co / Dok. BNPB
TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Bencana alam secara beruntun mengamuk di wilayah Jawa Tengah dan Lampung sejak Selasa (22/9) hingga Rabu (23/9) pagi WIB. Kebakaran hutan dan lahan melahap belasan hektare wilayah di Klaten dan Pemalang, sementara banjir bandang menerjang pemukiman warga di Kabupaten Tanggamus, Lampung.
“Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, sementara upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh tim gabungan,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Rabu (23/9/2026).
Banjir bandang di Kabupaten Tanggamus, Lampung, tercatat sebagai peristiwa yang berdampak cukup parah pada pemukiman. Peristiwa yang terjadi pada Selasa pukul 02.00 WIB ini menerjang enam desa di Kecamatan Kota Agung Barat dan Sumberejo, berdampak pada 150 kepala keluarga serta merusak 53 rumah, fasilitas umum, area pertanian, hingga satu unit jembatan.
“BPBD Kabupaten Tanggamus segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan upaya penanganan darurat kepada warga terdampak. Kondisi terkini air sudah surut dan warga telah kembali ke rumah masing-masing,” kata Berton.
Sementara itu di Jawa Tengah, amukan karhutla membakar lahan seluas 7,7 hektare di Kabupaten Klaten sekitar pukul 12.40 WIB. Kebakaran melanda empat desa di tiga kecamatan, yaitu Desa Drono, Desa Krakitan, Desa Jambu Kulon, dan Desa Dimas.
“BPBD Kabupaten Klaten bersama tim gabungan segera menuju ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pemadaman. Berdasarkan pemantauan, api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dilaporkan sudah kondusif,” ujar Berton.
Tak berselang lama, karhutla juga melanda Kabupaten Pemalang pada Selasa pukul 15.00 WIB. Si jago merah melahap satu hektare lahan di Desa Sima, Kecamatan Moga, sebelum berhasil dikendalikan oleh tim gabungan TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.
“Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian kebakaran lahan di Pemalang tersebut,” jelas Berton.
Menanggapi maraknya kejadian bencana ini, BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mencegah aktivitas pemicu kebakaran di wilayah yang mengalami kondisi kering.
“Masyarakat di wilayah yang mengalami kondisi kering diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan, serta segera melaporkan jika menemukan titik api,” pungkas Berton. [man]






