Skip to content
17 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Agustus
  • 7
  • Menyelamatkan Gaji ASN dari Krisis Fiskal: Antara Jaminan Pusat dan Kemandirian Daerah

Menyelamatkan Gaji ASN dari Krisis Fiskal: Antara Jaminan Pusat dan Kemandirian Daerah

transindonesia.co 7 Agustus 2026 2 minutes read
Syharir Jabar

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syharir, SE, M. I. Pol. Transindonesia.co / Dokumentasi.

TRANSINDONESIA.co, BANDUNG – Polemik defisit anggaran untuk pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kerap dikeluhkan oleh para kepala daerah—mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur—memerlukan penanganan yang komprehensif. Persoalan ini tidak boleh hanya diselesaikan melalui pendekatan tambal sulam, melainkan harus menyentuh akar permasalahan struktural keuangan daerah.

“Menyikapi kekurangan fiskal untuk Gaji ASN yang banyak dikeluhkan Kepala Daerah baik Bupati, Wali Kota, hingga Gubernur, jika benar banyak daerah kesulitan membayar gaji ASN, akar masalahnya bukan sekadar kurangnya uang, tapi lemahnya kemandirian fiskal daerah, rendahnya PAD, dan belanja pegawai yang terlalu besar,” ungkap Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syharir, SE, M. I. Pol, dalam keterangannya menyikapi banyaknya keluhan kepala daerah kekurangan fiskal untuk Gaji ASN, di Bandung, Jumat (7/8/2026).

Untuk meredam gejolak di tingkat daerah kata politisi partai Gerindra, intervensi awal dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait menjadi instrumen penyelamat yang mendesak. Kepastian dan ketepatan waktu penyaluran dana transfer ke daerah memegang peranan vital agar hak-hak pegawai tetap terdistribusi tanpa hambatan.

“Solusinya, Kementerian Keuangan menjamin transfer dana ke daerah secara tepat waktu agar kebutuhan gaji ASN tetap terpenuhi, serta menyiapkan bantuan fiskal sementara bagi daerah yang benar-benar membutuhkan,” terang Syahrir.

Di sisi lain lanjut anggota Komisi I DPRD Jabar ini, pemberian stimulus dari pusat wajib diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap konsistensi perencanaan anggaran daerah. Otoritas pengawas pusat perlu memastikan bahwa setiap komponen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selaras dengan kapasitas riil pendapatan daerah.

“Kemudian Kementerian Dalam Negeri mengevaluasi APBD secara menyeluruh untuk memastikan kesesuaian antara pendapatan dan belanja daerah,” tambahnya.

Langkah penyehatan fiskal ini juga menuntut komitmen kepala daerah untuk berani melakukan rasionalisasi anggaran secara ketat. Pengeluaran yang tidak produktif harus dipangkas guna mengembalikan porsi anggaran pada fungsi esensial birokrasi dan pelayanan masyarakat.

“Menekankan belanja yang tidak prioritas dan boros, serta mendorong efisiensi birokrasi agar anggaran lebih fokus pada pelayanan publik yang penting,” jelasnya.

Pada akhirnya, perlindungan terhadap kesejahteraan aparatur negara merupakan prioritas mutlak demi menjaga kesinambungan pelayanan publik. Namun, dukungan anggaran dari pusat harus dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk melakukan pembenahan total pada sistem keuangan daerah.

“Karena itu, gaji ASN harus tetap terjamin agar pelayanan publik tidak terganggu, namun bantuan dari APBN harus dibarengi dengan reformasi tata kelola keuangan daerah agar masalah yang sama tidak terus terulang,” pungkas Syahrir. [arh]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Presiden Prabowo Puji Sepatu Karet Buatan BRIN Harga Murah
Next: Edarkan Konten Hoaks dan Destruktif, Polda Metro Jaya Tetapkan 9 Tersangka

Trans Stories

OTT Bupati Klaten, KPK Sita Tong Plastik Biru Berisi Uang

OTT Bupati Klaten, KPK Sita Tong Plastik Biru Berisi Uang

transindonesia.co 17 Oktober 2026
Bupati Klaten

Skandal Suap Audit Klaten: KPK OTT Bupati Hamenang Minta Maaf

transindonesia.co 16 Oktober 2026
kejaksaan-agung-ri

Kejagung Usut KSO Migas Bekasi, Kerugian Ditaksir Rp2 Triliun

transindonesia.co 13 Oktober 2026

TransIndonesia

OTT BNPB

OTT BNPB: KPK Sita Uang, Emas, dan Kripto Rp5,47 Miliar

transindonesia.co 17 Oktober 2026
OTT Bupati Klaten, KPK Sita Tong Plastik Biru Berisi Uang

OTT Bupati Klaten, KPK Sita Tong Plastik Biru Berisi Uang

transindonesia.co 17 Oktober 2026
Bank Indonesia

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$459,3 Miliar per Agustus 2026

transindonesia.co 16 Oktober 2026
reshuffle kabinet

Presiden Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru

transindonesia.co 16 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.