Ilustrasi - Shalat Idul Fitri.
TRANSINDONESIA.co, BANDUNG – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi menetapkan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2 Tahun 2025 mengenai hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
“Kepada kaum muslimin, khususnya yang berdomisili di kawasan Bandung timur, kami menghimbau untuk berbondong-bondong melaksanakan shalat Idul Fitri yang tempatnya tepat di lapangan parkir kampus UM Bandung,” ujar Kepala Lembaga Pengembangan dan Pengkajian Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK) UM Bandung, Dikdik Dahlan Lukman, dikutip dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Ibadah tahunan ini akan dipusatkan di area parkir kampus di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung. Panitia menjadwalkan shalat dimulai tepat pukul 06.15 WIB dengan menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Dr. Zaini Abdul Malik, S.Ag., M.A., yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
“Oleh karena itu, jamaah shalat id diimbau untuk datang lebih pagi ke UM Bandung agar bisa memarkirkan kendaraannya di dalam dan area kampus,” lanjut Dikdik menekankan pentingnya kedatangan lebih awal demi ketertiban parkir.
Selain memfasilitasi tempat ibadah, UM Bandung melalui Kantor Layanan Lazismu juga membuka posko layanan penitipan zakat fitrah. Layanan ini disediakan khusus bagi jamaah yang belum sempat menunaikan kewajiban zakatnya hingga pagi hari menjelang shalat dimulai.
“Bagi jamaah shalat id yang kebetulan belum membayarkan zakat fitrah, Lazismu Kantor Layanan UM Bandung, insyaallah standby dan bisa melayani akad penitipan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat id berlangsung,” tuturnya.
Pihak kampus turut mengingatkan jamaah untuk membawa perlengkapan shalat pribadi dan disarankan sudah dalam keadaan berwudhu dari rumah. Hal ini diharapkan dapat membantu jamaah langsung menempati saf dengan tenang dan khusyuk setibanya di lokasi, mengingat antusiasme masyarakat Bandung Timur yang biasanya cukup tinggi.
“Mari kita laksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah dengan tertib dan khusyuk. Adapun nanti misalnya ada perbedaan penentuan lebaran, mari kita saling untuk menghargai dan menghormati sebagai sesama umat Islam,” pungkas Dikdik. [arh]





