Tim SAR Gabungan di hari kesembilan berhasil mengevakuasi 4 bodypack (kantong jenazah) tambahan, penemuan tersebut terdiri dari 2 kantong di Worksite A2 dan 2 kantong lainnya di Worksite A3 yang baru saja dibuka di sekitar lokasi tanah longsor lereng Gunung Burangrang, Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (1/2/2026). Transindonesia.co / SAR Gabungan.
TRANSINDONESIA.CO | BANDUNG BARAT – Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor lereng Gunung Burangrang, Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari kesembilan (H+9) pada Ahad (1/2/2026). Tim SAR Gabungan terus bergerak secara terukur dengan memperluas jangkauan pencarian demi menemukan korban yang masih tertimbun.
Berdasarkan hasil evaluasi lapangan terbaru, otoritas SAR memutuskan untuk membuka Worksite A3. Langkah perluasan ini terbukti membuahkan hasil positif dalam upaya maksimal menyisir area terdampak.
Update Penemuan dan Identifikasi Korban
Hingga sore hari ini, tim di lapangan berhasil mengevakuasi 4 bodypack (kantong jenazah) tambahan. Rincian penemuan tersebut terdiri dari 2 kantong di Worksite A2 dan 2 kantong lainnya di Worksite A3 yang baru saja dibuka.
Secara akumulatif, data operasi mencatat perkembangan sebagai berikut:
Total Bodypack Dievakuasi: 74 kantong.
Estimasi Korban Hilang: Sekitar 6 jiwa masih dalam pencarian.
Status Identifikasi (DVI): Hingga pukul 16.13 WIB, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 57 jiwa dari 58 kantong yang masuk sebelumnya. Sementara itu, 16 kantong lainnya masih dalam proses identifikasi mendalam.
Kondisi Lapangan dan Soliditas Tim
Meski sempat diguyur hujan ringan dalam durasi singkat, cuaca di lereng Gunung Burangrang secara umum terpantau kondusif. Manajemen keselamatan tetap menjadi prioritas utama dengan pengaturan ritme kerja yang ketat di setiap titik pencarian.
“Semangat dan soliditas tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian, hingga relawan tetap terjaga dengan sangat baik. Semua bekerja sinergis dan profesional dalam misi kemanusiaan ini,” tulis keterangan resmi yang diterima transindonesia.co.
Rencana Tindak Lanjut
Operasi akan tetap dilanjutkan dengan mengandalkan evaluasi harian untuk menyesuaikan rencana di lapangan. Tim SAR Gabungan memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar sehingga seluruh korban dapat segera ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga. [arh]
