Evakuasi korban longsor hari kedua pencarian berhasil menambah temuan jenazah di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (25/1/2026). Transindonesia.co / Tangkapan layar.
TRANSINDONESIA.CO | BANDUNG – Tim SAR gabungan mencatat kemajuan signifikan dalam operasi pencarian korban tanah longsor hari kedua di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Ahad (25/1/2026) pukul 16.15 WIB, petugas berhasil menemukan tambahan 14 body pack (kantong jenazah), sehingga total temuan kini mencapai 25 kantong jenazah yang seluruhnya telah diserahkan ke tim DVI Polri.
“Seluruh temuan kantong jenazah tersebut saat ini sudah berada di tangan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut guna memastikan identitas para korban,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Ahad malam (25/1/2026).
Hingga Minggu siang, data resmi mencatat sembilan jiwa dinyatakan meninggal dunia, dengan rincian lima korban telah teridentifikasi dan dimakamkan, sementara empat lainnya masih dalam proses.
Selain itu, dilaporkan 23 jiwa selamat, namun 81 jiwa lainnya masih dinyatakan hilang. Angka-angka ini diprediksi masih akan berubah seiring berjalannya proses evakuasi dan identifikasi.
“Angka jumlah korban masih akan terus bergerak secara dinamis seiring dengan ditemukannya kembali korban di lapangan dan hasil identifikasi resmi oleh tim medis,” lanjutnya.
Operasi pencarian yang melibatkan lebih dari 250 personel dari Basarnas, TNI, Polri, dan BPBD ini sempat terhenti sementara pada pukul 10.41 WIB. Keputusan ini diambil setelah terpantau adanya pergerakan tanah susulan di area worksite A1. Pencarian baru dilanjutkan kembali pada pukul 11.10 WIB setelah hasil pantauan drone UAV menyatakan kondisi mahkota longsor cukup stabil untuk dimasuki petugas.
“Kami sempat menghentikan operasi sementara demi keselamatan tim di lapangan karena adanya pantauan longsoran baru, namun pencarian dilanjutkan setelah pengamatan drone menyatakan area tersebut aman,” ujar Muhari.
Secara teknis, pencarian difokuskan pada dua sektor utama, yakni sektor Alpha dan sektor Bravo, dengan menggunakan kombinasi alat berat, metode manual, serta teknologi udara. Namun, karena faktor cuaca yang tidak menentu dan medan yang ekstrem, tim memutuskan untuk menghentikan operasi pada sore hari dan akan melanjutkannya pada Senin (26/1) pagi.
“Selain faktor cuaca, medan di lokasi kejadian menjadi tantangan berat bagi petugas. Berdasarkan pertimbangan teknis, pencarian hari ini dihentikan dan akan dibuka kembali besok pagi,” jelas Muhari.
Dampak material dari bencana yang terjadi dini hari tersebut sangat besar, di mana lebih dari 30 unit rumah warga tertimbun tanah. Untuk menghindari risiko jatuh korban lebih banyak akibat potensi longsor susulan, sebanyak 232 warga telah dievakuasi ke GOR dan Aula Desa setempat.
“Saat ini, perlindungan dan pelayanan bagi 232 pengungsi menjadi perhatian utama kami bersamaan dengan upaya pencarian yang tetap berjalan,” tuturnya.
Pemerintah kini telah mengaktifkan lima klaster utama guna menangani dampak bencana secara komprehensif. Klaster tersebut meliputi SAR, kesehatan, logistik, perlindungan dan pengungsian, serta pemulihan yang bekerja secara terkoordinasi di bawah komando bersama.
“Pemerintah mengerahkan lima klaster utama yang bekerja secara terkoordinasi di lapangan untuk memastikan penanganan bencana ini berjalan efektif dari segala sisi,” pungkas Abdul Muhari. [arh]
