Pencarian korban banjir bandang dan longsor di jalur lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sejak Sabtu 24 Januari berlanjut pada Ahad 25 Januari 2026. Transindonesia.co / Istimewa
TRANSINDONESIA.CO | BANDUNG – Badan Nasional Penangkapan Bencana (BNPB) mencatat bencana yang melanda Provinsi Jawa Barat, pada pekan ketiga Januari 2026, mengakibatkan korban jiwa berjatuah, puluhan ribu orang terdampak lansung, dan terparah longsor lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam rekaman BNPB dua hari ini, peristiwa bencana yang terjadi pada periode 24 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, masih didominasi fenomena hidrometeorologi basah yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
“Banjir dan longsor melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat pada minggu ketiga Januari 2026. Di Kabupaten Subang, banjir merendam 3.355 unit rumah warga yang tersebar di 21 desa pada 9 kecamatan pada Kamis (22/1/2026). Sebanyak 9.491 jiwa terdampak dan 957 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, dalam siaran persnya diterima redaksi, Ahad (25/1/2026).
Selain rumah, banjir juga merendam 3 unit sekolah, 14 unit fasilitas ibadah, serta 27 hektare sawah. Ketinggian air berkisar antara 10 hingga 150 sentimeter. Hingga Sabtu (24/1/2026), banjir dilaporkan belum surut dengan ketinggian air yang relatif sama.
Sementara itu, di Kabupaten Majalengka, hujan deras yang terjadi terus menerus selama lima jam memicu banjir dan longsor di 39 titik yang tersebar di 28 desa pada Jumat (23/1/2026).
“Sebanyak 318 kepala keluarga terdampak peristiwa tersebut. Jumlah warga yang mengungsi masih dalam pendataan. Selain itu, 318 unit rumah dan 50 hektare sawah dilaporkan terendam. Tidak ada laporan korban meninggal dunia akibat kejadian ini,” terang Muhari.
Menurutnya, BPBD Kabupaten Majalengka bersama tim gabungan masih melakukan penanganan darurat berupa pembersihan material longsoran.
“Kabupaten Indramayu juga tidak luput dari bencana banjir. Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Cimanuk yang merendam permukiman warga pada Sabtu (24/1/2026). Sebanyak 90 unit rumah di Desa Rambatan Wetan dan Desa Rambatan Kulon dilaporkan terdampak,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Indramayu segera berkoordinasi dengan BBWS untuk mendatangkan alat berat dalam upaya penambahan tanggul serta menutup pintu air yang rusak.
Sedangkan bencana banjir yang menghantam wilayah Bekasi – Karawang juga meluluhkan ribuan rumah terendam banjir.
Update Longsor Bandung Barat
Tanah longsor melanda Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, tercatat 9 korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan sembilan jiwa.
“Lima korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara empat korban lainnya masih dalam proses identifikasi,” kata Muhari.
Selain itu, tim SAR juga menemukan dua bagian tubuh korban yang masih dalam proses identifikasi.
“Tim SAR hingga saat ini masih melanjutkan pencarian terhadap 80 orang yang dinyatakan hilang. Jumlah tersebut bersifat sementara dan masih akan terus diverifikasi di lapangan oleh tim gabungan,” ujar Muhari.
Selain korban jiwa, longsor juga menimbun lebih dari 30 unit rumah warga. Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, sebanyak 230 warga di sekitar lokasi kejadian mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni di GOR dan Aula Desa. [arh]
