Presiden Prabowo Subianto melihat progres pembangunan rumah hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Proyek ini ditargetkan tuntas dalam tiga bulan untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Transindonesia.co / Setpres
TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi basah yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga Selasa (20/1/2026), fokus utama diarahkan pada percepatan transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal, khususnya terkait hunian bagi pengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) menjadi prioritas agar warga dapat segera meninggalkan pengungsian. Dari target puluhan ribu unit, sebanyak 1.286 unit huntara dilaporkan telah selesai dibangun dan siap dihuni oleh masyarakat terdampak.
“Percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan serta pembersihan akses jalan dan jembatan, dan pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai sektor,” tegas Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Rabu (21/1/2026).
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mengoptimalkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk meringankan beban ekonomi warga selama masa transisi. Hingga 20 Januari 2026, BNPB mencatat sebanyak 9.585 rekening penerima telah dinyatakan siap, dan dana bantuan telah disalurkan kepada 2.929 kepala keluarga.
Mengenai aspek logistik, BNPB melaporkan distribusi bantuan telah mencapai angka yang signifikan, yakni 99,76 persen dari total ketersediaan. Sebanyak 1.757,03 ton bantuan telah dikirimkan melalui jalur udara, darat, dan laut sejak akhir November tahun lalu.
“Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui berbagai moda transportasi, meliputi 56 sorti pesawat charter BNPB, 64 sorti pesawat Hercules, 55 unit truk melalui jalur darat, serta 7 kapal laut, paparnya merinci keberhasilan distribusi logistik harian.
Namun, di tengah upaya pemulihan, duka masih menyelimuti wilayah terdampak. Tercatat adanya penambahan satu korban meninggal dunia di Aceh Tengah, sehingga total korban jiwa secara keseluruhan mencapai 1.200 orang.
Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan secara masif untuk menekan risiko bencana susulan. Tercatat total ribuan sorti penerbangan semai awan telah dilaksanakan di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat guna mengendalikan intensitas hujan.
BNPB menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memastikan keselamatan masyarakat.
“Sinergi yang solid diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” tutup Abdul Muhari. [don]
