Skip to content
1 Mei 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 10
  • Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Venezuela usai AS Tangkap Maduro

Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Venezuela usai AS Tangkap Maduro

transindonesia.co 10 Januari 2026 2 minutes read 0 comments
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. (Foto: REUTERS/UESLEI MARCELINO)

TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Brasil berencana mengerahkan pasukan Garda Nasional ke perbatasannya dengan Venezuela pasca Amerika Serikat menyerang negara tetangganya tersebut pada akhir pekan kemarin.

Berdasarkan dekrit yang dikeluarkan pemerintah Brasil pada Kamis (8/1), Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) akan dikerahkan ke negara bagian Roraima untuk “menjaga ketertiban umum dan keselamatan masyarakat serta harta benda”.

Pasukan FNSP nantinya akan ditempatkan di Pacaraima dan ibu kota Roraima, Boa Vista. Wilayah ini didiami kelompok bersenjata ilegal yang menjual narkoba dan mengoperasikan tambang ilegal.

Langkah pemerintah Brasil ini diambil setelah AS pada Sabtu (3/1) mengebom Venezuela dan menculik presidennya, Nicolas Maduro. Serangan AS dilakukan dengan dalih memberantas narkoterorisme.

Brasil pada Minggu (4/1) buru-buru menutup sementara perbatasannya dengan Venezuela di dekat Pacaraima. Menurut media Brasil, Venezuela telah memperkuat kehadiran militernya di perbatasan.

Beberapa kelompok bersenjata, baik geng Venezuela maupun Brasil, dilaporkan telah aktif beroperasi di perbatasan. Geng-geng itu termasuk First Capital Command (PCC) dan Red Command (CV).

Direktur Andes untuk Washington Office on Latin America (WOLA), Gimena Sanchez, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pengerahan pasukan Brasil ke perbatasan merupakan langkah tepat lantaran geng-geng kriminal mendorong penduduk pergi ke Brasil imbas kekerasan yang mereka lakukan.

Meski begitu, hingga kini belum ada laporan pengungsian massal warga Venezuela ke Brasil.

Brasil merupakan sekutu Venezuela yang mengkritik keras serangan AS di Caracas. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut AS telah melewati “batas yang tidak bisa diterima”.

Menurut Lula, tindakan AS di Venezuela mengancam status kawasan Amerika Latin sebagai zona perdamaian dan membangkitkan kembali ingatan akan intervensi politik di Amerika Latin dan Karibia. [cnni]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Dihentikan, Polisi: Tak Ada Unsur Pidana
Next: Iran Kecilkan Risiko Eskalasi, Tuding AS dan Israel Picu Protes

Trans Stories

Jet Tempur Iran
2 minutes read

AS Makin Dipermalukan, Pangkalan di Kuwait Hancur Dibom Jet Tua Iran

transindonesia.co 30 April 2026 0
Fenomena Eks-Scammer Kamboja: Tantangan Imigrasi dan Ketenagakerjaan di Indonesia
4 minutes read

Menyambut Fajar Baru Layanan Publik: “All Indonesia” sebagai Jembatan Peradaban

transindonesia.co 30 April 2026 0
Mako Brimob
2 minutes read

Bangun Mako Baru, Kapolda Metro Jaya Targetkan Pelayanan Polres Metro Depok Makin Optimal

transindonesia.co 29 April 2026 0

TransIndonesia

Pengukuhan Guru Besar FTUI Prof. Bambang Priyono
4 minutes read

Pengukuhan Guru Besar FTUI Prof. Bambang Priyono: Biomassa Sebagai Material Peningkat Performa Elektroda Baterai

transindonesia.co 30 April 2026 0
Syahrir May Day 2026
2 minutes read

May Day 2026: Menjadikan Jawa Barat Rumah Buruh Manusiawi

transindonesia.co 30 April 2026 0
Jet Tempur Iran
2 minutes read

AS Makin Dipermalukan, Pangkalan di Kuwait Hancur Dibom Jet Tua Iran

transindonesia.co 30 April 2026 0
Fenomena Eks-Scammer Kamboja: Tantangan Imigrasi dan Ketenagakerjaan di Indonesia
4 minutes read

Menyambut Fajar Baru Layanan Publik: “All Indonesia” sebagai Jembatan Peradaban

transindonesia.co 30 April 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.