Banjir merendam sejumlah permukiman warga di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, akibat hujan lebat, Rabu, (7/1/2026). TransIndonesia.co / BPBD Kab. Sumbawa Barat
TransIndonesia.co | Dompu – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan bencana hidrometeorologi basah mendominasi wilayah Indonesia pada periode 7 hingga 8 Januari 2026. Dua wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa Barat, menjadi titik terdampak banjir cukup parah akibat curah hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang.
“Peristiwa bencana yang tercatat masih didominasi oleh jenis bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Di Kabupaten Dompu, banjir melanda enam desa di tiga kecamatan, yakni Hu’u, Kilo, dan Pajo, dengan total warga terdampak mencapai 314 Kepala Keluarga (KK). Selain merendam ratusan rumah, banjir di Desa Cempi Jaya menyebabkan kerusakan infrastruktur seperti pagar kuburan roboh, bahkan satu jenazah yang baru dimakamkan sempat terseret arus sebelum akhirnya berhasil dimakamkan kembali oleh warga.
“Di Desa Rasabou dan Cempi Jaya, ketinggian air mencapai 50–80 sentimeter. Selain rumah terendam, terdapat kerusakan fisik seperti tembok rumah roboh dan satu fasilitas pendidikan di Kecamatan Pajo turut terdampak,” jelas Abdul Muhari.
Sementara itu, di Kabupaten Sumbawa Barat, banjir menggenangi Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, pada Rabu (7/1) siang. Sebanyak 15 unit rumah warga terendam akibat luapan air setelah hujan lebat mengguyur selama tiga jam. Meski demikian, kondisi terkini di Sumbawa Barat dilaporkan telah surut sepenuhnya dan warga mulai melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri.
“BPBD setempat telah melakukan pengamatan lapangan dan kaji cepat. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan infrastruktur dan penanganan kesehatan masyarakat pascabencana,” tambahnya.
Meskipun genangan di sebagian besar wilayah mulai surut, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Berdasarkan peringatan dini BMKG, potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Dompu dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.
“Mengingat masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, masyarakat diimbau untuk tetap siaga terhadap potensi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem ini,” katanya. [sda]
