Skip to content
4 Juli 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 7
  • DK PBB Rapat Darurat Bahas Aksi Trump soal Venezuela, Ini Hasilnya

DK PBB Rapat Darurat Bahas Aksi Trump soal Venezuela, Ini Hasilnya

transindonesia.co 7 Januari 2026 3 minutes read 0 comments
Sidang Umum PBB

Ilustrasi rapat darurat Dewan Keamanan PBB. (REUTERS/CARLO ALLEGRI)

TransIndonesia.co | Jakarta – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, secara terbuka menyatakan kekhawatirannya atas legalitas operasi militer Amerika Serikat (AS) yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Isu ini memicu perdebatan panas dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Senin (5/1/2026).

Guterres memperingatkan bahwa tindakan sepihak AS tersebut dapat menciptakan ketidakstabilan besar di kawasan Amerika Latin dan menetapkan preseden berbahaya dalam cara negara-negara menjalin hubungan internasional.

Dalam sidang tersebut, Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menegaskan bahwa penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, bukanlah sebuah aksi pendudukan atau perang, melainkan “operasi penegakan hukum bedah”.

AS berargumen bahwa aksi ini memfasilitasi penangkapan buronan keadilan Amerika atas tuduhan narkoterorisme.

“Kami tidak menjajah suatu negara. Namun, kami tidak akan membiarkan Belahan Bumi Barat menjadi basis operasi bagi musuh-musuh negara kami,” tegas Waltz di hadapan 15 anggota Dewan Keamanan, dilansir Reuters.

Ia juga menyinggung aspek ekonomi strategis dengan menyatakan bahwa cadangan energi terbesar di dunia tidak boleh terus berada di bawah kendali pemimpin yang dianggap tidak sah dan menjadi musuh AS.

Di sisi lain, Sekjen Guterres mengingatkan semua pihak tentang Piagam PBB yang mewajibkan anggota menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial negara mana pun.

Meskipun AS mencoba membela diri dengan merujuk pada Pasal 51 Piagam PBB tentang hak membela diri, Guterres tetap meragukan apakah operasi di Caracas tersebut telah menghormati aturan hukum internasional.

Ketegangan memuncak ketika sekutu-sekutu utama Venezuela melontarkan kritik tajam terhadap Washington. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengecam keras operasi militer tersebut sebagai tindakan ilegal dan menyebut sikap beberapa anggota dewan yang enggan mengkritik AS sebagai bentuk kemunafikan yang nyata.

Senada dengan Rusia, perwakilan China, Sun Lei, menarik perbandingan historis dengan invasi AS ke Irak tahun 2003 dan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, seraya memperingatkan bahwa cara-cara militer bukanlah solusi dan hanya akan memicu krisis yang lebih luas.

Kolombia, yang meminta pertemuan darurat ini, juga turut mengutuk operasi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, kemerdekaan politik, dan integritas wilayah Venezuela. Bersama Rusia dan China, mereka mendesak Amerika Serikat untuk segera membebaskan Maduro dan istrinya.

Namun, secara praktis, Dewan Keamanan PBB tidak dapat mengambil tindakan hukum apa pun terhadap AS karena Washington memegang hak veto yang dapat memblokir setiap resolusi yang menyudutkan mereka.

Hanya beberapa jam setelah pertemuan di PBB berakhir, Maduro dijadwalkan muncul di pengadilan federal Manhattan untuk menghadapi dakwaan konspirasi narkoterorisme.

Meski institusi Venezuela diklaim tetap berfungsi normal oleh Duta Besar Venezuela Samuel Moncada, Trump tetap memberikan ancaman untuk menyerang lagi negara itu bila tidak kooperatif dengan Washington. [cnbc]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Nelayan Temukan Bangkai KM Putri Sakinah, Satu Jenazah WNA Spanyol Berhasil Dievakuasi Tim SAR
Next: Kemenkes RI Pastikan Gejala Super Flu Subclade K Tak Lebih Parah dari Flu Musiman

Trans Stories

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
3 minutes read

Raja Juli Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, Klaim Sudah Kembalikan

transindonesia.co 4 Juli 2026 0
Bupati Langkat Syah Afandin Resmi Ditahan KPK Terkait Suap dan Gratifikasi Rp4,3 Miliar
2 minutes read

Bupati Langkat Syah Afandin Resmi Ditahan KPK Terkait Suap dan Gratifikasi Rp4,3 Miliar

transindonesia.co 4 Juli 2026 0
Gempa Venezuela
1 minute read

Terus Bertambah, Korban Gempa yang Tewas di Venezuela jadi 2.295 Orang

transindonesia.co 3 Juli 2026 0

TransIndonesia

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
3 minutes read

Raja Juli Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, Klaim Sudah Kembalikan

transindonesia.co 4 Juli 2026 0
Bupati Langkat Syah Afandin Resmi Ditahan KPK Terkait Suap dan Gratifikasi Rp4,3 Miliar
2 minutes read

Bupati Langkat Syah Afandin Resmi Ditahan KPK Terkait Suap dan Gratifikasi Rp4,3 Miliar

transindonesia.co 4 Juli 2026 0
Gempa Venezuela
1 minute read

Terus Bertambah, Korban Gempa yang Tewas di Venezuela jadi 2.295 Orang

transindonesia.co 3 Juli 2026 0
Sidang perdana dokter Tifa
3 minutes read

Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Tolak Restorative Justice

transindonesia.co 2 Juli 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.