Skip to content
29 September 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 5
  • Beralas Terpal, Beratap Harapan: Potret Siswa Aceh Tamiang Kembali ke Sekolah Usai Banjir

Beralas Terpal, Beratap Harapan: Potret Siswa Aceh Tamiang Kembali ke Sekolah Usai Banjir

transindonesia.co 5 Januari 2026 3 minutes read
Sekolah Aceh Tamiang

Siswa-siswi SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, mengikuti kegiatan belajar mengajar hari pertama semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, dalam kondisi pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (5/1/2026). Transindonesia.co / Dok. BNPB

TransIndonesia.co | Aceh Tamiang – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Provinsi Aceh mulai kembali berjalan secara bertahap pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada Desember 2025. Salah satunya terlihat di SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, kembali melaksanakan hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, pada Senin (5/1/2026).

“Meskipun aktivitas pembelajaran telah dimulai, kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih. Sejumlah fasilitas pendidikan masih terdampak banjir, seperti meja dan kursi yang rusak serta ruang kelas yang belum sepenuhnya bersih. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sarana seadanya, termasuk penggunaan terpal sebagai alas belajar,* kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, dalam keterangan persnya, Senin (5/1/2026).

Selain itu, katanya belum seluruh peserta didik dapat hadir karena sebagian masih mengungsi di luar daerah. Pada hari pertama sekolah, kegiatan diawali dengan sesi berbagi cerita antara siswa dan guru.

Anak-anak menyampaikan pengalaman mereka selama masa terdampak bencana, yang menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial. Suasana kebersamaan juga terlihat saat waktu istirahat, di mana para guru memastikan seluruh siswa dapat menikmati waktu makan bersama, termasuk dengan berbagi bekal kepada siswa yang tidak membawa makanan dari rumah.

“Kondisi di SD Negeri 1 Karang Baru tersebut merupakan gambaran dari proses pemulihan pendidikan yang sedang berlangsung di Provinsi Aceh. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 2.756 satuan pendidikan terdampak banjir dan longsor di Aceh. Dari jumlah tersebut, 2.226 sekolah telah kembali beroperasi, meskipun sebagian masih berada dalam tahap pemulihan,” terang Muhari.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara paralel terus melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan, meliputi pembersihan sisa material banjir dan longsor, perbaikan fasilitas pendidikan, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar.

Hingga saat ini, dukungan yang telah disalurkan untuk sektor pendidikan di Provinsi Aceh antara lain 15.500 paket school kit, 78 unit tenda darurat untuk ruang kelas, 100 unit ruang kelas darurat, dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp11,3 miliar, dana dukungan psikososial sebesar Rp300 juta, serta 90.000 buku pelajaran.

Selain itu, Kemendikdasmen juga menyalurkan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana di Aceh. Tunjangan tersebut mencakup pendidikan anak usia dini sebesar Rp758 juta untuk 379 sasaran, pendidikan dasar sebesar Rp8,2 miliar untuk 4.098 sasaran, serta pendidikan menengah sebesar Rp6,7 miliar untuk 3.381 sasaran.

Dalam aspek pembelajaran, pemerintah menerapkan kurikulum penanggulangan dampak bencana secara bertahap. Pada fase tanggap darurat 0–3 bulan, kurikulum difokuskan pada pembelajaran minimum esensial yang meliputi literasi dasar, numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan dini, dukungan psikososial, serta edukasi mitigasi bencana.

Selanjutnya, pada fase pemulihan dini selama 3–12 bulan, kurikulum akan disesuaikan menjadi kurikulum adaptif berbasis krisis dengan integrasi mitigasi bencana ke dalam mata pelajaran yang relevan, program pemulihan pembelajaran yang fleksibel, serta penerapan asesmen transisi.

Adapun pada fase pemulihan lanjutan dalam rentang waktu 1–3 tahun, kurikulum akan diarahkan pada integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan pengetahuan inklusif berbasis ketahanan, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.

BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung pemulihan sektor pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman, berkelanjutan, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik. [div]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Strategi Kemenimipas 2026: Menteri Agus Andrianto Tegaskan Transformasi Berbasis Hasil Nyata
Next: Jerit di Kepulauan Sitaro: 9 Warga Tewas dan 5 Hilang Terjang Banjir Bandang

Trans Stories

Liqo Almarhamah Khairu Ummah

Bahaya Sombong, Angkuh, dan Ujub dalam Islam

transindonesia.co 26 September 2026
Korban banjir Solok

Tim Gabungan Temukan Korban Terakhir Banjir Bandang Kabupaten Solok

transindonesia.co 26 September 2026
Banjir bandang Solok

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Bandang Selama 14 Hari

transindonesia.co 25 September 2026

TransIndonesia

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi

Lapas Cibinong Memanas: Stafsus Menteri Sebut Istilah “Rumah Jabatan” Tak Cukup Redam Publik

transindonesia.co 29 September 2026
kebakaran kampung muka pademangan

Polda Metro Jaya Buka Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Kampung Muka Ancol

transindonesia.co 28 September 2026
Bandara Internasional Imam Khomeini

Tak Takut Sanksi AS, Malaysia-Vietnam-China Tetap Terima Maskapai Iran

transindonesia.co 28 September 2026
Anggota Ombudsman RI, Syafrida R. Rasahan

Alasan Ombudsman Absen RDP DPR Terkait Pengawasan Lapas Kelas IIA Cibinong

transindonesia.co 28 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.