Presiden Prabowo Subianto didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf, meninjau posko pengungsi korban banjir di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Ahad (7/12/2025). Transindonesia.co / Setkab
TRANSINDONESIA.co | Bencana banjir bandang dan longsor (bansor) “mengerikan” Sumatra hampir tembus 1.000 orang meninggal dunia. Data total korban meninggal bencana di tiga provinsi, Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, hingga Sabtu (6/12/2025), tercatat 914 jiwa, dan total korban hilang 389 jiwa.
“Data BNPB hingga Sabtu (6/12), jumlah korban meninggal di 3 provinsi, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh mencapai 914 jiwa. Terdapat penambahan jumlah korban 47 jiwa dari hari sebelumnya (5/12). Rincian jumlah korban meninggal di Provinsi Sumatra Utara sebanyak 329 jiwa, Sumatra Barat 226 jiwa dan Aceh 359 jiwa. Sedangkan total korban hilang mencapai 389 jiwa di tiga provinsi tersebut. BNPB dan berbagai pihak terus mengupayakan untuk operasi pencarian di masing-masing wilayah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Abdul Muhari, dalam keterangan persnya, Ahad (7/12/2025) pagi.
Hingga hari ini, BNPB dan pemerintah daerah terdampak memprioritaskan penanganan pada operasi pencarian dan pertolongan, pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat, pembukaan akses jalan darat, pemulihan akses komunikasi, dan pemenuhan kebutuhan energi, khususnya listrik dan BBM.
Terkait dengan pendistribusian logistik di wilayah terdampak, BNPB dan berbagai pihak mengoptimalkan penggunakan helikopter, khususnya untuk menjangkau daerah terisolir. Pengiriman melalui darat dilakukan untuk mencapai titik-titik yang memang dapat diakses melalui jalur darat.
Jembatan Bailey Teupin Mane
Presiden Prabowo Subianto kembali mengunjungi Aceh, Ahad (7/12/2025), meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Dengan bentang 30 meter, jembatan sementara yang merupakan ruas vital penghubung Bireuen-Takengon tersebut menjadi urat nadi penting untuk memulihkan kembali akses darat yang terputus akibat banjir besar dan derasnya arus sungai.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, langsung meninjau titik konstruksi yang berada di tepi aliran sungai dan menyaksikan dari dekat operasi alat berat.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan, dan akan dilanjutkan ke daerah terdampak lain seperti Bener Meriah dan Takengon.
Kepala Negara turut menegaskan bahwa pemerintah mengerahkan seluruh kemampuan untuk memastikan akses logistik dan pergerakan masyarakat segera pulih.
Presiden juga menerima laporan rinci mengenai kerusakan infrastruktur lain, termasuk kerusakan bendungan dan area persawahan warga, seraya memastikan pemerintah akan segera melakukan perbaikan.
Mainan Anak-anak
Presiden Prabowo bersama Gubernur Aceh, juga meninjau langsung tenda pengungsian korban bencana di Kabupaten Bireuen.
Sesaat setelah tiba di lokasi, Presiden langsung mengecek dapur umum bersama yang dimasak oleh Ibu-Ibu sekitar lokasi pengungsian. Kepala Negara turut mencicipi nasi dan ikan tongkol, menu makan siang yang disiapkan untuk para pengungsi.
Kepala negara juga membawakan berbagai bentuk mainan anak-anak sebagai sedikit penghibur bagi generasi muda bangsa tersebut.
Prabowo menegaskan bahwa bantuan tambahan akan terus dikirim dan berbagai langkah pemulihan akan dipercepat hingga seluruh pengungsi dapat kembali ke rumah dengan aman dan layak. [man]
