Skip to content
2 Februari 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Transindonesia.co

Transindonesia.co

INDONESIA BERDAKWAH

Primary Menu
  • TRANSDAKWAH
  • TRANSMETRO
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANSBALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2025
  • November
  • 24
  • Kisruh China-Jepang: Beijing Siap Serang Balik, Ungkit Masa Lalu Kelam

Kisruh China-Jepang: Beijing Siap Serang Balik, Ungkit Masa Lalu Kelam

transindonesia.co 24 November 2025 3 minutes read 0 comments
Presiden China, Xi Jinping dan PM Jepang, Sanae Takaichi

Presiden China, Xi Jinping dan PM Jepang, Sanae Takaichi. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

TRANSINDONESIA.co | Kisruh China-Jepang kembali memanas setelah Beijing melayangkan kecaman terbaru terhadap Tokyo, menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang dianggap membuka peluang respons militer terhadap serangan China ke Taiwan. Ketegangan yang telah berlangsung lebih dari 2 minggu itu kini merambah isu diplomatik, perdagangan, hingga forum internasional.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, pejabat tertinggi Beijing yang pertama kali menanggapi langsung kontroversi ini, menyebut komentar Takaichi sebagai tindakan yang “mengejutkan” dan merupakan sinyal keliru mengenai Taiwan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi yang diunggah di situs Kementerian Luar Negeri China, Ahad (23/11/2025).

Wang mengatakan Jepang telah melewati “garis merah yang tidak boleh disentuh”. Ia menuduh Takaichi berupaya melakukan intervensi militer terkait Taiwan, merujuk pada pernyataannya pada 7 November di parlemen, ketika Takaichi menegaskan bahwa serangan hipotetis China ke Taiwan “bisa memicu respons militer dari Tokyo”.

Perselisihan ini menjadi yang terbesar antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya menjalar dari ranah politik ke hubungan dagang dan budaya. Pada Jumat, China bahkan membawa isu ini ke Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan menegaskan bahwa Beijing “tidak akan tinggal diam”.

Beijing memandang Taiwan sebagai wilayahnya sendiri dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau itu. Pemerintah Taiwan menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa masa depan mereka hanya dapat ditentukan oleh rakyat Taiwan.

Kementerian Luar Negeri Jepang belum memberikan tanggapan atas pernyataan terbaru Wang. Namun pada Sabtu, menanggapi surat China kepada PBB, Tokyo menyebut tuduhan Beijing sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima” dan menegaskan kembali komitmen Jepang terhadap perdamaian.

Taiwan juga bereaksi keras. Dalam pernyataannya Minggu, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengecam surat China kepada PBB.

“Surat itu tidak hanya berisi konten yang kasar dan tidak masuk akal, tetapi juga secara jahat memelintir fakta sejarah,” tulis kementerian tersebut.

“Selain itu, surat itu melanggar Pasal 2(4) Piagam PBB, yang melarang ancaman atau penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.”

China Ancam Serang Balik dan Singgung Masa Lalu Jepang

Wang memperingatkan bahwa China akan merespons keras langkah Jepang.

Ia menyatakan China “harus secara tegas membalas, tidak hanya untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya, tetapi juga untuk mempertahankan pencapaian pascaperang yang diperoleh dengan darah dan pengorbanan.”

Ia menambahkan bahwa jika Jepang “tetap pada jalur yang salah dan terus melangkah ke arah ini,” maka negara-negara lain memiliki hak untuk “meninjau kembali kejahatan sejarah Jepang” dan “mencegah dengan tegas kebangkitan kembali militerisme Jepang.”

Perlu diketahui, China merupakan pasar ekspor terbesar kedua bagi Jepang setelah Amerika Serikat. Berdasarkan data UN COMTRADE, Beijing membeli sekitar US$125 miliar barang dari Jepang pada 2024, terutama peralatan industri, semikonduktor, dan mobil.

Ketegangan terbaru menimbulkan kekhawatiran bahwa sengketa politik ini dapat berdampak pada rantai pasok kedua negara dan hubungan ekonomi yang selama ini saling terkait. (cnbc)

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Mentan: 250 Ton Beras Thailand Masuk Lewat Sabang Secara Ilegal
Next: 21 Nagari Sumbar Terendam Banjir, Ini Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air

Trans Stories

NCB Interpol
2 minutes read

NCB Interpol Pastikan Keberadaan Riza Chalid Tetap Terpantau

transindonesia.co 2 Februari 2026 0
Korban Longsor Bandung Barat
2 minutes read

Tim DVI Identifikasi 57 Jenazah Korban Longsor Burangrang, Pencarian Terus Dikebut

transindonesia.co 1 Februari 2026 0
Pantai Iran di bom
2 minutes read

Ledakan Maut Hantam Iran, Bangunan Rusak Parah-Korban Berjatuhan

transindonesia.co 1 Februari 2026 0

TransIndonesia

NCB Interpol
2 minutes read

NCB Interpol Pastikan Keberadaan Riza Chalid Tetap Terpantau

transindonesia.co 2 Februari 2026 0
Korban Longsor Bandung Barat
2 minutes read

Tim DVI Identifikasi 57 Jenazah Korban Longsor Burangrang, Pencarian Terus Dikebut

transindonesia.co 1 Februari 2026 0
Jembatan Bailey
2 minutes read

Jembatan Bailey Bener Pepanyi Selesai, Akses Lintas KKA – Bener Meriah Normal

transindonesia.co 1 Februari 2026 0
Pantai Iran di bom
2 minutes read

Ledakan Maut Hantam Iran, Bangunan Rusak Parah-Korban Berjatuhan

transindonesia.co 1 Februari 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.