Skip to content
30 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2025
  • November
  • 3
  • Kemenbud Gelar Pekan Wayang dan Gamelan 2025, Media Pendidikan Moral dan Spiritual

Kemenbud Gelar Pekan Wayang dan Gamelan 2025, Media Pendidikan Moral dan Spiritual

transindonesia.co 3 November 2025 (Last updated: 3 November 2025) 3 minutes read
Wayang Golek

Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan Pekan Wayang dan Gamelan 2025 dalam pertunjukan Wayang dan Gamelan oleh UNESCO, dibuka dengan Karnaval Kebudayaan yang diikuti oleh 30 komunitas budaya bertempat di Loji Gandrung yang kemudian berjalan menuju Balai Kota Surakarta, Ahad (2/11/2025). Transindonesia.co /Ist

TRANSINDONESIA.co | Dalam rangka perayaan inskripsi Pertunjukan Wayang dan Gamelan oleh UNESCO, Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan Pekan Wayang dan Gamelan 2025 di Kota Surakarta. Gelaran dibuka dengan Karnaval Kebudayaan yang diikuti oleh 30 komunitas budaya bertempat di Loji Gandrung yang kemudian berjalan menuju Balai Kota Surakarta, Ahad (2/11/2025).

Peserta karnaval terdiri dari berbagai kalangan dan usia yang memiliki atensi besar terhadap kebudayaan terutama wayang dan gamelan. Tujuan diadakannya acara ini adalah agar wayang dan gamelan lebih dikenal semua kalangan di era modern. Sebagai warisan budaya takbenda,

wayang dan gamelan tidak hanya sebagai hiburan, namun juga menjadi media pendidikan moral dan spiritual dan menjadi wadah seni gabungan.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menyampaikan bahwa Kota Surakarta merupakan salah satu pusat kebudayaan, maka sudah sewajarnya berkolaborasi.

“Kita semua sudah tahu bahwa wayang dan gamelan telah diakui sebagai warisan budaya dunia. Nanti sepulang dari sini, adik-adik bisa menonton pertunjukan wayang dan memahami filosofinya. Kalau belum, ayo masuk ke sanggar-sanggar untuk belajar gamelan,” sapa Dirjen Restu Gunawan.

Restu Gunawan kemudian menyampaikan bahwa kebudayaan kita harus dipelajari dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pendidikan karakter, salah satunya seperti yang tengah dilaksanakan hari ini untuk merayakan bersama di Karnaval Kebudayaan.

“Kita berjalan bersama dari sini menuju Balai Kota, merayakan Hari Wayang Nasional yang menjadi kebanggaan kita, sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi dan rasa percaya diri sebagai bangsa,” tegasnya.

Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menyampaikan pekan Wayang dan Gamelan 2025 ini menjadi ruang perjumpaan antargenerasi pelaku budaya, baik maestro, perajin, pelajar, maupun masyarakat umum. Kota Surakarta sebagai kota budaya, menjadi rumah yang nyaman bagi tumbuhnya nilai-nilai kebudayaan.

“Pemerintah Kota Surakarta senantiasa mendukung kegiatan yang memperkuat peran seniman dan komunitas budaya agar terus berinovasi tanpa kehilangan akar tradisi. Kegiatan ini, menjadi pemicu lahirnya kolaborasi budaya yang berkelanjutan antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat, untuk menjaga eksistensi wayang dan gamelan,” ujarnya.

Hadir mendampingi Dirjen Restu Gunawan, turut hadir Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Yayuk Sri Budi Rahayu, dan segenap jajaran Kementerian Kebudayaan.

Gelaran Karnaval Budaya juga dimeriahkan dengan kegiatan lomba menggambar wayang tingkat TK dan SD yang diikuti tidak kurang dari 500 peserta di pendopo Balai Kota Surakarta.

Melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kota Surakarta dan Institut Seni Indonesia Surakarta, gelaran kali ini menjelma menjadi panggung dialog lintas generasi, di mana bunyi, bayang, dan rasa menjadi satu narasi; bahwa warisan budaya takbenda bukan sekadar untuk dilestarikan, tapi untuk dihidupkan kembali dengan cara yang lebih berani, lebih indah, dan kekinian. [nag]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Petenis Indonesia Janice Tjen Juara Chennai Terbuka 2025
Next: Banjir Longsor Nduga, 15 Korban Hilang Belum Ditemukan

Trans Stories

Audiensi BKSAP DPR RI bersama MUI dan APCQP bahas penolakan konser Andrea Bocelli

DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Konser Andrea Bocelli Peta Kata Kunci & Metadata

transindonesia.co 30 Oktober 2026
Massa aksi mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar demonstrasi #IndonesiaSadar di kawasan Bundaran HI Jakarta bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda

Amnesty International Soroti Aparat Larang Aksi Demo Mahasiswa di Bundaran HI

transindonesia.co 29 Oktober 2026
Petugas gabungan bersama warga melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak bencana hidrometeorologi.

BNPB: Waspada Bencana Hidrometeorologi di Sumatera dan Jawa

transindonesia.co 27 Oktober 2026

TransIndonesia

Pelatihan vokasi dan transformasi pekerja migran Indonesia menjadi tenaga profesional

Dari Pekerja Migran yang Dipulangkan Menjadi Tenaga Profesional Indonesia

transindonesia.co 30 Oktober 2026
Ketum PB HMI MPO Handy Muharam Nataprawira serukan sistem satu data di momen Sumpah Pemuda.

Refleksi Sumpah Pemuda, PB HMI MPO Suarakan Satu Data

transindonesia.co 30 Oktober 2026
Hari Pahlawan dan penghormatan bagi keluarga petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan.

Menghadirkan Hari Pahlawan: Membuka Istana Bagi Mereka yang Memadamkan Api

transindonesia.co 30 Oktober 2026
Audiensi BKSAP DPR RI bersama MUI dan APCQP bahas penolakan konser Andrea Bocelli

DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Konser Andrea Bocelli Peta Kata Kunci & Metadata

transindonesia.co 30 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.