Skip to content
30 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2025
  • November
  • 2
  • Siapakah Pasukan RSF yang Diduga Bantai Ribuan Warga Sipil Sudan?

Siapakah Pasukan RSF yang Diduga Bantai Ribuan Warga Sipil Sudan?

transindonesia.co 2 November 2025 (Last updated: 2 November 2025) 2 minutes read
Pasukan Sudan Rapid Support Forces

Pasukan paramiliter RSF Sudan yang diduga bantai ribuan warga sipil. Foto: AFP.

TRANSINDONESIA.co | Pasukan Dukungan Cepat atau Rapid Support Forces (RSF) menjadi sorotan setelah menduduki kota di negara bagian Darfur, El Fasher, Sudan hingga diduga menyebabkan sekitar 2.000 warga sipil tewas pekan lalu.

Dalam video yang beredar di media sosial, anggota RSF diduga menyiksa dan mengeksekusi warga. Di masa lalu, personel paramiliter ini bahkan disebut kerap merekam kekejaman yang dilakukan.

Eksekusi itu terjadi saat perang sipil berkobar di Sudan. RSF dan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) saling tempur untuk berebut kekuasaan.

Siapakah RSF?

Kelompok paramiliter ini awalnya dibentuk sebagai “Janjaweed”, yakni kelompok bersenjata suku nomaden yang mendukung Presiden Omar Al Bashir.

Kemudian pada 2013, Bashir meresmikan Janjaweed menjadi paramiliter Rapid Support Force dengan anggota saat itu 100.000 orang. Empat tahun berselang, Sudan mengeluarkan undang-undang yang memberi kelompok itu banyak wewenang sebagai pasukan keamanan independen.

Lalu pada 2019, Sudan dilanda pemberontakan. RSF malah memanfaatkan kesempatan dan terlibat menggulingkan pemerintahan Al Bashir. Dua tahun setelah itu, mereka bersekutu dengan SAD untuk melengserkan Perdana Menteri sipil Abdalla Hamdok.

Namun, keduanya mulai tegang. RSF menuntut untuk terintegrasi dengan angkatan bersenjata nasional.

Tuntutan tersebut tak kunjung terlaksana. Mereka juga ribut siapa yang berhak memimpin negara. Kemudian pada 2023, perang sipil di Sudan pecah.

Pemimpin RSF Mohammed Hamdan Hemedeti Dagolo mengatakan kelompok ini ingin memimpin Sudan, menyusul tindakan mereka mengepung wilayah-wilayah.

“Demi menciptakan perdamaian sejati,” kata Hemedeti, dikutip Al Jazeera.

RSF juga terus merebut wilayah-wilayah strategis di Sudan. Selama itu pula, mereka kerap melakukan kekerasan hingga pembunuhan.

Dalam dua hari terakhir, lebih dari 26.000 orang mengungsi, sebagian besar jalan kaki menuju Tawila. Sementara itu, sekitar 177.000 warga masih terjebak di Kota El Fasher. (cnni)

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Raja Keraton Surakarta Sinuhun Mangkat, PB XIII Naik Tahta
Next: Tanah Longsor Trenggalek, 4 Orang Meninggal Dunia

Trans Stories

Pemerintah Malaysia membantah perusahaan dari negaranya ikut terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia.

Malaysia Bantah Perusahaannya Terlibat Karhutla, Mau Minta Kompensasi

transindonesia.co 29 Oktober 2026
Gubernur Bank Central Hongaria

Mantan Gubernur Bank Sentral Ditahan Kejaksaan, Diduga Korupsi Rp14 T

transindonesia.co 28 Oktober 2026
Luisa Gonzalez

Mantan Capres Ditangkap, Terseret Kasus Pencucian Uang Rp 9 M

transindonesia.co 28 Oktober 2026

TransIndonesia

Pelatihan vokasi dan transformasi pekerja migran Indonesia menjadi tenaga profesional

Dari Pekerja Migran yang Dipulangkan Menjadi Tenaga Profesional Indonesia

transindonesia.co 30 Oktober 2026
Ketum PB HMI MPO Handy Muharam Nataprawira serukan sistem satu data di momen Sumpah Pemuda.

Refleksi Sumpah Pemuda, PB HMI MPO Suarakan Satu Data

transindonesia.co 30 Oktober 2026
Hari Pahlawan dan penghormatan bagi keluarga petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan.

Menghadirkan Hari Pahlawan: Membuka Istana Bagi Mereka yang Memadamkan Api

transindonesia.co 30 Oktober 2026
Audiensi BKSAP DPR RI bersama MUI dan APCQP bahas penolakan konser Andrea Bocelli

DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Konser Andrea Bocelli Peta Kata Kunci & Metadata

transindonesia.co 30 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.