Skip to content
20 Mei 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2025
  • November
  • 2
  • Siapakah Pasukan RSF yang Diduga Bantai Ribuan Warga Sipil Sudan?

Siapakah Pasukan RSF yang Diduga Bantai Ribuan Warga Sipil Sudan?

transindonesia.co 2 November 2025 (Last updated: 2 November 2025) 2 minutes read 0 comments
Pasukan Sudan Rapid Support Forces

Pasukan paramiliter RSF Sudan yang diduga bantai ribuan warga sipil. Foto: AFP.

TRANSINDONESIA.co | Pasukan Dukungan Cepat atau Rapid Support Forces (RSF) menjadi sorotan setelah menduduki kota di negara bagian Darfur, El Fasher, Sudan hingga diduga menyebabkan sekitar 2.000 warga sipil tewas pekan lalu.

Dalam video yang beredar di media sosial, anggota RSF diduga menyiksa dan mengeksekusi warga. Di masa lalu, personel paramiliter ini bahkan disebut kerap merekam kekejaman yang dilakukan.

Eksekusi itu terjadi saat perang sipil berkobar di Sudan. RSF dan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) saling tempur untuk berebut kekuasaan.

Siapakah RSF?

Kelompok paramiliter ini awalnya dibentuk sebagai “Janjaweed”, yakni kelompok bersenjata suku nomaden yang mendukung Presiden Omar Al Bashir.

Kemudian pada 2013, Bashir meresmikan Janjaweed menjadi paramiliter Rapid Support Force dengan anggota saat itu 100.000 orang. Empat tahun berselang, Sudan mengeluarkan undang-undang yang memberi kelompok itu banyak wewenang sebagai pasukan keamanan independen.

Lalu pada 2019, Sudan dilanda pemberontakan. RSF malah memanfaatkan kesempatan dan terlibat menggulingkan pemerintahan Al Bashir. Dua tahun setelah itu, mereka bersekutu dengan SAD untuk melengserkan Perdana Menteri sipil Abdalla Hamdok.

Namun, keduanya mulai tegang. RSF menuntut untuk terintegrasi dengan angkatan bersenjata nasional.

Tuntutan tersebut tak kunjung terlaksana. Mereka juga ribut siapa yang berhak memimpin negara. Kemudian pada 2023, perang sipil di Sudan pecah.

Pemimpin RSF Mohammed Hamdan Hemedeti Dagolo mengatakan kelompok ini ingin memimpin Sudan, menyusul tindakan mereka mengepung wilayah-wilayah.

“Demi menciptakan perdamaian sejati,” kata Hemedeti, dikutip Al Jazeera.

RSF juga terus merebut wilayah-wilayah strategis di Sudan. Selama itu pula, mereka kerap melakukan kekerasan hingga pembunuhan.

Dalam dua hari terakhir, lebih dari 26.000 orang mengungsi, sebagian besar jalan kaki menuju Tawila. Sementara itu, sekitar 177.000 warga masih terjebak di Kota El Fasher. (cnni)

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Raja Keraton Surakarta Sinuhun Mangkat, PB XIII Naik Tahta
Next: Tanah Longsor Trenggalek, 4 Orang Meninggal Dunia

Trans Stories

Abdullah Rasyid dkk
4 minutes read

Ketika Air Masih Jadi Halaman Belakang, Kota Air Indonesia Terus Tertinggal

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Bandara Hongkong
3 minutes read

Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem Bukan Hanya Bebas Visa

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Jet Tempur Iran
2 minutes read

AS Makin Dipermalukan, Pangkalan di Kuwait Hancur Dibom Jet Tua Iran

transindonesia.co 30 April 2026 0

TransIndonesia

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, pada Apel Besar Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Mapolres Lahat, Ahad (17/5/2026).
3 minutes read

Tinggalkan Cara Lama, Kapolda Sumsel Dorong Petani Lahat Buka Lahan Tanpa Membakar

transindonesia.co 18 Mei 2026 0
BEM UI Nobar Film Pesta Babi
3 minutes read

BEM UI Akan Gelar Nobar Film Pesta Babi

transindonesia.co 18 Mei 2026 0
Tatar Sunda
3 minutes read

Legislator Jabar: Kirab Milangkala Tatar Sunda tak Sesuai Sejarah

transindonesia.co 18 Mei 2026 0
Demokrasi: Anti Preman dan Premanisme
7 minutes read

Demokrasi: Anti Preman dan Premanisme

transindonesia.co 18 Mei 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.