Daftar korban masyakarat umum dan mahasiswa yang dirawat akibat tembakan gas air mata aparat kepolisian di seputaran Kampus UNISBA dan UNPAS, Jalan Taman Sari, Kota Bandung, pada Selasa 2 September 2025 dinihari. Transindonesia.co /Ist
TRANSINDONESIA.co | Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Sony Adam, memastikan pelayanan kesehatan tetap siaga di tengah dinamika unjuk rasa yang berlangsung di Kota Bandung. Seluruh rumah sakit, khususnya yang berada di sekitar lokasi aksi massa, telah menyiagakan Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban.
“Tim kesehatan kami tetap siaga, namun dengan posisi pada jarak yang aman dari massa, sesuai arahan pimpinan. Hal ini sebagai bentuk kehati-hatian karena sebelumnya sempat terjadi penolakan terhadap tim kesehatan pemerintah oleh peserta aksi,” jelas Sony dikutip dalam keterangannya, Rabu 3 September 2025.
Di sisi lain, Dinkes Kota Bandung juga memastikan korban yang membutuhkan penanganan medis telah mendapat pelayanan sesuai prosedur.
Salah satunya, Ilham Renal, mahasiswa UPI Bandung yang kini kondisinya berangsur membaik setelah mendapat perawatan.
“Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak agar masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan pelayanan optimal,” tambah Sony.
Dinkes juga menyiagakan PSC 119 sebagai garda terdepan dalam penanganan kegawatdaruratan. Masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat dapat menghubungi layanan tersebut.
“PSC 119 siap melayani. Untuk koordinasi lebih lanjut, masyarakat bisa langsung menghubungi Kepala UPT PSC 119,” tutur Sony.
Lihat foto nama-nama korban mahasiswa dan masyarakat umum pada penembakan Gas air mata aparat kepolisian, Selasa 2 September 2025 dinihari [amh]
