Photonic Network Laboratory di National Institute of Information and Communication Technology (NICT), termasuk Sumitomo Electric Industries, Ltd. memecahkan rekor kecepatan internet. Transindonesia.co / NICT
TRANSINDONESIA.co | Sekelompok peneliti di Jepang yang dipimpin oleh lab Photonic Network Laboratory di National Institute of Information and Communication Technology (NICT), termasuk Sumitomo Electric Industries, Ltd. memecahkan rekor kecepatan internet saat ini.
Internet tersebut sanggup mengunduh semua film dan serial di katalog Netflix hanya dalam satu detik.
Dikutip dalam siaran pers resmi NICT, Jumat (18/7/2025), capaian internet cepat ini diumumkan ke publik oleh NICT pada akhir Mei 2025 dan melewati rekor yang sebelumnya juga pernah dicetak Jepang pada 2023.
Hal ini bisa dicapai NICT bersama mitra penelitinya dari Sumitomo Electric Industries dengan menghadirkan kabel serat optik standar dengan 19-inti yang telah ditingkatkan.
Mereka menggunakan serat optik yang dirancang khusus. Dimensinya lebih tipis dibanding serat optik yang digunakan saat ini.
Alhasil, serat optik tersebut mampu mentransmisikan 1,02 petabit (1,02 x 106 GB) data per detik dari jarak 1.808 kilometer (km), menggunakan serat optik 19-core yang didesain khusus. Jarak tersebut kia-kira setara dengan Jakarta-Kota Bima, Nusa Tenggara Barat apabila ditarik garis lurus.
Capaian ini merupakan upaya yang telah dilakukan selama beberapa tahun, di mana para ilmuwan memang telah mencoba meningkatkan jumlah data yang bisa dikirimkan lewat serat optik. Namun, transmisi jarak jauh selalu menjadi tantangan utama, karena sinyalnya akan melambat dalam “perjalanan” menuju tujuan (end-user).
Para peneliti itu juga mengembangkan sistem amplifikasi cerdas yang dapat memperkuat sinyal dan meminimalisasi interferensi. Pencapaian ini tercatat sebagai rekor dunia baru, khususnya untuk komunikasi serat optik dengan memakai kabel berukuran standar.
Pencapaian sebelumnya baru berhasil mengirimkan data petabit per detik dalam jarak pendek, yaitu kurang dari 1.000 km, sebagaimana tabel di atas.
Menurut peneliti, teknologi serat optik yang mereka kembangkan dapat membantu persiapan jaringan masa depan. Sebab, komponen ini dapat menunjang trafik data yang sangat tinggi akibat tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), konektivitas 6G, Internet of Things (IoT) dan lain sebagainya. [arh]
